BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Secara psikologis, setelah melahirkan seorang ibu akan merasakan gejala-gejala psikiatrik, demikian juga pada masa menyusui. Meskipun demikian, ada pula ibu yang tidak mengalami hal ini. Agar perubahan psikologis yang dialami tidak berlebihan, ibu perlu mengetahui tentang hal yang lebih lanjut. Wanita banyak mengalami perubahan emosi selama masa nifas sementara ia menyesuaikan diri menjadi seorang ibu. Penting sekali sebagian bidan untuk mengetahui tentang penyesuaian psikologis yang normal sehingga ia dapat menilai apakah seorang ibu memerlukan asuhan khusus dalam masa nifas ini, untuk suatu variasi atau penyimpangan dari penyesuaian yang normal yang umum terjadi.
Beberapa penulis berpendapat dalam minggu pertama setelah melahirkan, banyak wanita yang menunjukan gejala-gejala psikiatrik, terutama gejala depresi diri ringan sampai berat serta gejala-gejala neonatus traumatic, antara lain rasa takut yang berlebihan dalam masa hamil struktur perorangan yang tidak normal sebelumnya, riwayat psikiatrik abnormal, riwayat perkawinan abnormal, riwayat obstetrik (kandungan) abnormal, riwayat kelahiran mati atau kelahiran cacat, dan riwayat penyakit lainya.
Biasanya penderita akan sembuh kembali tanpa ada atau dengan pengobatan. Meskipun demikian, kadang diperlukan terapi oleh ahli penyakit jiwa. Sering pula kelainan-kelainan psikiatrik ini berulang setelah persalinan berikutnya. Hal yang perlu diperhatikan yaitu adaptasi psikososial pada masa pasca persalinan. Bagi keluarga muda, pasca persalinan adalah “awal keluarga baru” sehingga keluarga perlu beradptasi dengan peran barunya. Tanggung jawab keluarga bertambah dengan hadirnya bayi yang barui lahir. Dorongan serta perhatian anggota keluarga lainya merupakan dukungan positif bagi ibu.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Adapun pumusan masalah dalam makala ini antara lain:
1. Bagaimana proses Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas?
2. Bagaimana adaptasi psikologis pada saat post partum blues?
3. Bagaimana cara mengatasi kesedihan dan duka cita pada masa nifas?
1.3. TUJUAN Tujuan makalah ini adalah agar pembaca:
1. Mengetahui proses adaptasi psikologis ibu pada masa nifas
2. Mengetahui adaptasi psikologis saat post partum blues
3. Mengetahui cara mengatasi kesedihan dan duka cita pada masa nifas
BAB II
PEMBAHASAN
Proses Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas
2.1 Adaptasi Psikologis Ibu Nifas
Masa nifas merupakan masa yang paling kritis dalam kehidupan ibu maupun bayi, diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Dalam memberikan pelayanan pada masa nifas, bidan menggunakan asuhan yang berupa memantau keadaan fisik, psikologis, spiritual, kesejahteraan sosial ibu/keluarga, memberikan pendidikan dan penyuluhan secara terus menerus. Dengan pemantauan dan asuhan yang dilakukan pada ibu dan bayi pada masa nifas diharapkan dapat mencegah atau bahkan menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Perubahan psikologis mempunyai peranan yang sangat penting. Pada masa ini, ibu nifas menjadi sangat sensitive, sehingga diperlukan pengertian dari keluarga-keluarga terdekat. Peran bidan sangat penting dalam hal memberi pegarahan pada keluarga tentang kondisi ibu serta pendekatan psikologis yang dilakukan bidan pada ibu nifas agar tidak terjadi perubahan psikologis yang patologis.
Setelah proses kelahiran tanggung jawab keluarga bertambah dengan hadirnya bayi yang baru lahir, dorongan serta perhatian anggota keluarga lainnya merupakan dukungan positif bagi ibu. Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan melalui fase-fase sebagai berikut :
1. Fase Taking In
Fase ini merupakan fase ketergantungan yang berlangsung dari hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat ini fokus perhatian ibu terutama pada bayinya sendiri. Pengalaman selama proses persalinan sering berulang diceritakannya. Kelelahannya membuat ibu perlu cukup istirahat untuk mencegah gejala kurang tidur, seperti mudah tersinggung. Hal ini membuat ibu cenderung menjadi pasif terhadap lingkungannya.
Oleh karena itu kondisi ini perlu dipahami dengan menjaga komunikasi yang baik. Pada fase ini, perlu diperhatikan pemberian ekstra makanan untuk proses pemulihannya, disamping nafsu makan ibu yang memang sedang meningkat.
2. Fase Taking hold
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase taking hold, ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Selain itu perasaan yang sangat sensitive sehingga mudah tersinggung jika komunikasinya kurang hati-hati. Oleh karena itu ibu memerlukan dukungan karena sat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga tumbuh rasa percaya diri.
3. Fase Letting Go
Fase ini merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Keinginan untuk merawat diri dan bayinya meningkat pada fase ini.
Banyak ketakutan dan kekhawatiran pada ibu yang baru melahirkan terjadi akibat persoalan yang sederhana dan dapat diatasi dengan mudah atau sebenarnya dapat dicegah oleh staf keperawatan, pengunjung dan suami, bidan dapat mengantisipasi hal-hal yang bias menimbulkan stress psikologis. Dengan bertemu dan mengenal suami serta keluarga ibu, bidan akan memiliki pandangan yang lebih mendalam terhadap setiap permasalahan yang mendasarinya.
Fase-fase adaptasi ibu nifas yaitu taking in, taking hold dan letting go yang merupakan perubahan perasaan sebagai respon alami terhadap rasa lelah yang dirasakan dan akan kembali secara perlahan setelah ibu dapat menyesuaikan diri dengan peran barunya dan tumbuh kembali pada keadaan normal.
Walaupun perubahan-perubahan terjadi sedemikian rupa, ibu sebaiknya tetap menjalani ikatan batin dengan bayinya sejak awal. Sejak dalam kandungan bayi hanya mengenal ibu yang memberinya rasa aman dan nyaman sehingga stress yang dialaminya tidak bertambah berat.
2.2 Post Partum Blues
Ada kalanya ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan dengan bayinya. Keadaan ini disebut baby blues, yang disebabkan oleh perubahan perasaan yang dialami ibu saat hamil sehingga sulit menerima kehadiran bayinya. Perubahan perasaan ini merupakan respon alami terhadap rasa lelah yang dirasakan. Selain itu, juga karena semua perubahan fisik dan emosional selama beberapa bulan kehamilan.
Disini hormon memainkan peranan utama dalam hal bagaimana ibu bereaksi terhadap situasi yang berbeda. Setelah melahirkan dan lepasnya plasenta dari dinding rahim, tubuh ibu mengalami perubahan besar dalam jumlah hormone sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Disamping perubahan fisik, hadirnya seorang bayi dapat membuat perbedaan besar pada kehidupan ibu dalam hubungannya dengan suami, orang tua, maupun anggota keluarga lain. Perubahan ini akan kembali secara perlahan setelah ibu dapat menyesuaikan diri dengan peranan barunya dan tumbuh kembali dalam keadaan normal.
Post partum blues ini dialami 80% wanita setelah bersalin yaitu merupakan semacam perasaan sedih atau uring-uringan yang melanda ibu dan timbul dalam jangka waktu dua hari sampai dua minggu pasca persalinan.
Etiologi : berbagai perubahan yang terjadi dalam tubuh wanita selama kehamilan dan perubahan cara hidupnya sesudah mempunyai bayi, perubahan hormonal, adanya perasaan kehilangan secara fisik sesudah melahirkan yang menjurus pada suatu perasaan sedih.
Penyebab yang menonjol adalah :
1. Kekecewaan emosional yang mengikuti rasa puas dan takut yang dialami kebanyakan wanita selama kehamilan dan persalinan.
2. Rasa sakit pada masa nifas
3. Kelelahan karena kurang tidur selama persalinan
4. Kecemasan ketidakmampuan merawat bayi setelah pulang dari rumah sakit
5. Rasa takut tidak menarik lagi bagi suami.
Gejala-gejalanya antara lain :
Sangat emosional, sedih, khawatir, kurang percaya diri, mudah tersinggung, merasa hilang semangat, menangis tanpa sebab jelas, kurang merasa menerima bayi yang baru dilahirkan, sangat kelelahan, harga diri rendah, tidak sabaran, terlalu sensitive, mudah marah dan gelisah.
Hal-hal yang dapat dilakukan seorang bidan :
1. Menciptakan ikatan antara bayi dan ibu sedini mungkin
2. Memberikan penjelasan pada ibu, suami dan keluarga bahwa hal ini merupakan suatu hal yang umum dan akan hilang sendiri dalam dua minggu setelah melahirkan.
3. Simpati, memberikan bantuan dalam merawat bayi dan dorongan pada ibu agar tumbuh rasa percaya diri
4. Memberikan bantuan dalam merawat bayi
5. Menganjurkan agar beristirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi
Post partum blues ini apabila tidak ditangani secara tepat dapat menjadi lebih buruk atau lebih berat, post partum yang lebih berat disebut post partum depresi (PPD) yang melanda sekitar 10% ibu baru.
Gejala-gejalanya : sulit tidur bahkan saat bayi telah tidur, nafsu makan hilang, perasaan tidak berdaya atau kehilangan control, terlalu cemas atau tidak perhatian sama sekali pada bayi, tidak menyukai atau takut menyentuh bayi, pikiran yang menakutkan mengenai bayi, sedikit atau tidak ada perhatian terhadap penampilan pribadi, gejala fisik seperti banyak wanita sulit bernafas atau perasaan berdebar-debar. Jika ditemukan sejak dini penyakit ini dapat disembuhkan dengan obat-obatan dan konsultasi dengan psikiater, jika depresi yang ibu alami berkepanjangan mungkin ibu perlu perawatan dirumah sakit.
Oleh karena itu penting sekali bagi seorang bidan untuk mengetahui gejala dan tanda dari post partum blues sehingga dapat mengambil tindakan mana yang dapat diatasi dan mana yang memerlukan rujukan kepada yang lebih ahli dalam bidang psikologi.
2.3 Kesedihan dan Duka Cita
1. Kemurungan Masa Nifas
Kemurungan masa nifas normal saja dan disebabkan perubahan dalam diri seseorang wanita selama kehamilan serta perubahan irama/cara kehidupannya setelah bayi lahir. Seorang ibu lebih beresiko mengalami kemurungan pasca bersalin, karena ia masih mudah mempunyai masalah dalam menyusui bayinya. Kemurungan pada masa nifas adalah hal yang umum, dan perasaan-perasaan demikian biasanya hilang sendiri dalam dua minggu sesudah melahirkan.
2. Terciptanya Ikatan Ibu dan Bayi
Menciptakan terjadinya ikatan ibu dan bayi dalam jam pertama setelah kelahiran adalah dengan cara mendorong pasangan untuk memegang dan memeriksa bayinya, memberi komentar positif tentang bayinya, meletakan bayinya disamping ibunya. Berikan privasi pada pasangan tersebut untuk sendiri saja bersama bayinya kemudian redupkan lampu ruangan agar bayi membuka matanya. Tangguhkan perawatan yang tidak begitu penting sampai sesudah pasangan orangtua bayi, dapat berinteraksi dengan bayinya selama masih dalam keadaan bangun.
Perilaku normal orang tua untuk menyentuh bayinya ketika mereka pertama kali melihat bayinya yaitu dengan meraba atau menyentuh anggota badab bayi dengan telapak tangan dan menggendongnya dilengan dan memposisikanya sedemikian rupa sehingga matanya bertatapan langsung dengan mata bayi.
3. Tanda dan Gejala serta Etiologi Kemurungan Masa Nifas
Tanda dan gejalanya: sangat emosional, sedih, khawatir, mudah tersinggung, cemas, merasa hilang semangat, mudah marah, sedih tanpa ada sebabnya, menangis berulang kali.
Etiologi: berbagai perubahan yang terjadi dalam tubuh wanita selama kehamilan dan perubahan dalam cara hidupnya sesudah mempunyai bayi. Perubahan hormonal yang cepat sementara tubuh kembali pada keadaan tidak hamil dan sementara proses menyusui telah terjadi. Kemurungan dapat menjadi semakin parah oleh adanya ketidaknyamanan jasmani, rasa letih, stress, atau kecemasan yang tidak diharapkan karena adanya ketegangan dalam keluarga atau adanya cara penanganan yang tidak peka oleh para petugas.
Penatalaksanaan secara tradisional dan kebidanan (mungkin saja sama) bagi adanya kemurungan pada masa nifas. Berikan kesempatan luas pada ibu yang baru untuk bertanya, bicarakan apa yang terjadi selama proses persalinan dan biarkan ibu mengungkapkan apa yang dirisaukanya. Biarkan bayi bersama ibunya, dan berikan dukungan atau dorongan pada ibu untuk merawat bayinya.
Ibu yang mempunyai resiko tinggi yang mempunyai reaksi psikologis lebih parah daripada kemurungan masa nifas adalah Ibu yang rasa percaya dirinya rendah, ibu yang tidak mempunyai jaringan dukungan, ibu yang bayinya meninggal atau menyandang masalah. Tanta-tanda dan gejala ibu yang mengalami atau mempunyai reaksi psikologis yang lebih parah daripadakemutungan masa nifas dan bagaimana penatalaksanaan kebidananya?
Tanda-tanda dan gejala: Tidak bisa tidur atau tidak bernafsu makan, merasa ia tidak dapat merawat dirinya sendiri atau bayinya, berfikir untuk menciderai dirinya sendiri atau bayinya, dan seolah mendengar suara-suara atau tidak dapat berfikir secara jernih, perilakunya aneh, kehilangan sentuhan atau hubungan dengan kenyataan, halusinasi atau khayalan, dan menyangkal bahwa bayi yang dilahirkan bukan anaknya.
Penatalaksanaan: Banyak perempuan dibawah depresi yang biasa menanggapi atau dipengaruhi oleh dorongan atau bujukan dan dukungan fisik yang diberikan oleh bidan atau anggota keluarganya. Bila seorang ibu tidak bereaksi positif terhadap dorongan atau dukungan yang diberikan atau ia tetap menunjukan perilaku aneh (mendengar suara-suara, berada diluar kenyataan, halusinasi atau berkhayal, dan menolak bayinya) atau ia berfikir untuk menciderai dirinya sendiri atau bayinya, ia harus dirujuk kepada seorang ahli yang mampu menangani masalah psikologis. Ia mungkin memerlukan pengobatan khusus untuk membantu mengatasi keaadaanya.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Adaptasi psikologis ibu masa nifas terdiri atas 3 fase yaitu: Fase taking in, fase taking hold, dan fase letting go. Jika seorang ibu mengalami gejala-gejala beby blues maka ibu tersebut disarankan untuk beristirahat, meminta dukungan suami, membuang rasa cemas akan bayinya serta mencari hiburan.
Dalam menghadapi seorang ibu yang mengalami kesedihan atau duka cita, hal yang harus dilakukan adalah mencoba mengajak ibu membicarakan apa yang di alami namun jika keadaanya lebih parah pastikan ada yang menemani ibu dan bayinya selama beberapa hari.
3.2 SARAN
Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut:
• Untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa tentang adaptasi psikologis dalam dalam masa nifas, mahasiswa diharapkan mencari sumber-sumber yang lebih banyak.
• Mahasiswi diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan materi yang telah diberikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati. 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.
Walsh, Linda. V. 2003. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Blog ini dibuat hanya untuk menambah wawasan teman-teman kesehatan khususnya bidan..... kalau banyak kekurangan,, harap maklum yaaaa...??? ^_^
Kamis, 05 April 2012
Rabu, 04 April 2012
The Secret Of Fairy
SECRET OF THE FAIRY
Impian
Asa tak kunjung datang
Harapan tak kunjung sua
Dalam sanubari tertanam impian
Namun tak juga tumbuh dan berkembang
Inikah …
Setelah gerbang terbuka lebar
Setelah hati kian mantap
Menyerah di saat bimbang
Ataukah …
Masih terbentang luas
Masih terbersit angan yang mengambang
Menanti selalu menanti
Mampukah …
Hasrat mulia menembus kegelapan
Tak kan rapuh
Hancur berkeping-keping
Lantunan merdu dari mereka
Indah nan syahdu
Luapkan rasa hampa
Serukan kedamaian
Luluh lantakkan
Mencapai samudera impian
Nyata
Luas
Nan lurus
By : Fairy Topia
Kosong
Apa…???
Tak bersuara
Sirna tak berbekas
Kemana …???
Hilang begitu saja
Tanpa jejak
Aaahhh …
Kehidupan tanpa tujuan
Walau penuh tak bermakna
Tanpa arti
Kosong
Tak terisi
Palsu
Tak benar adanya
Seperti hati manusia
By : Fairy Topis
Sahabat Sejati
Dimana akan ku cari
Dimana akan ku temui
Aku melangkah
Aku berjalan
Tapak kaki menjadi saksi
Hati ingin berjumpa
Apa aku mampu..??
Apa aku bisa..??
Tidak …
Ya …
Mungkin …
Tapi ,,,
Sampai kapan …??
Berapa lama …??
Entahlah
Lelah rasanya
Wait just wait
Tak pasti
I know …
All is imposible..
Jikalau bisa
Everythink I do
By : Fairy Topia
Impian
Asa tak kunjung datang
Harapan tak kunjung sua
Dalam sanubari tertanam impian
Namun tak juga tumbuh dan berkembang
Inikah …
Setelah gerbang terbuka lebar
Setelah hati kian mantap
Menyerah di saat bimbang
Ataukah …
Masih terbentang luas
Masih terbersit angan yang mengambang
Menanti selalu menanti
Mampukah …
Hasrat mulia menembus kegelapan
Tak kan rapuh
Hancur berkeping-keping
Lantunan merdu dari mereka
Indah nan syahdu
Luapkan rasa hampa
Serukan kedamaian
Luluh lantakkan
Mencapai samudera impian
Nyata
Luas
Nan lurus
By : Fairy Topia
Kosong
Apa…???
Tak bersuara
Sirna tak berbekas
Kemana …???
Hilang begitu saja
Tanpa jejak
Aaahhh …
Kehidupan tanpa tujuan
Walau penuh tak bermakna
Tanpa arti
Kosong
Tak terisi
Palsu
Tak benar adanya
Seperti hati manusia
By : Fairy Topis
Sahabat Sejati
Dimana akan ku cari
Dimana akan ku temui
Aku melangkah
Aku berjalan
Tapak kaki menjadi saksi
Hati ingin berjumpa
Apa aku mampu..??
Apa aku bisa..??
Tidak …
Ya …
Mungkin …
Tapi ,,,
Sampai kapan …??
Berapa lama …??
Entahlah
Lelah rasanya
Wait just wait
Tak pasti
I know …
All is imposible..
Jikalau bisa
Everythink I do
By : Fairy Topia
Suami Siaga
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suami siaga merupakan suami yang sap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabila terjadi masalah kehamilan. Suami siaga mempunyai jaringan dengan tetangga potensial yang mampu mengatasi masalahh kegawatdaruratan kebidanan.
Suami siaga juga harus memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas, dan mengutamakan keselamatan istri. Sehingga diperlukan terobosan-terobosan baru dalam upaya meningkatkan partisipasi suami, namun dengan tetap memperhatikan faktor-faktor spesifik yang mempengaruhinya, sehingga dapat menimbulkan kesadaran dn kemauaan dari suami untuk lebihmemberdayakan diri dalam berbagi tanggung jawab dengan istrinya.
B. Rumusan Masalah
Menjelaskan pengertian suami siaga
Menjelaskan bagaimana peran serta suami dalam kehamilan
Menjelaskan bagaimana dukungan suami dalam kehamilan
C. Tujuan
Untuk mengetahui pengertian suami siaga
Untuk mengetahui bagaimana peran serta suami dalam kehamilan
Untuk mengetahui bagaimana dukungan yang di berikan oleh suami dalam kehamilan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Suami siaga
• Siap, suami hendaknya waspada dan bertindak atau mengantisipasi jika melihat tanda bahaya kehamilan.
• Antar, suami hendaknya merencanakan angkutan dan menyediakan donor darah jika diperlukan.
• Jaga, suami hendaknya mendampingi istri selama proses dan selesai persalinan.
Suami siaga merupakan bentuk pendampingan yang diberikan kepada ibu, karena salah satu orang terdekat ibu adalah suami. Program suami siaga (Suami Siap Antar Jaga) dikembangkan untuk mendukung program GSI. Suami menyiapkan biaya pemeriksaan dan persalinan, siap mengantar istri ke tempat pemeriksaan dan melahirkan, serta siap menjaga dan menunggu istri melahirkan.
Suami siaga adalah suami yang siap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabil terjadi masalah kehamilan. Suami siaga mempunyai jaringan dengan tetangga potensial yang mampu mengatasi masalah kegawatdaruratan kebidanan. Suami siaga juga memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas dan mengutamakan keselamatan istri.
Dalam konsep suami siaga, seorang suami dengan istri yang sedang hamil diharapkan siap mewaspadai setiap risiko kehamilan yang muncul, menjaga agar istri tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kesehatan dan kehamilannya, serta segera mengantar ke rujukan terdekat bila ada tanda-tanda komplikasi kehamilan. Jika peran SIAGA ini dijalankan, diharapkan keterlambatan yang kerap menjadi penyebab kematian ibu melahirkan tidak terjadi. Keterlambatan yang dimaksud mencakup terlambat mengetahui kelainan kehamilan dan persalinan, terlambat memutuskan untuk segera ke fasilitas pelayanan kesehatan, terlambat menerima perawatan yang tepat.
SIAGA posisi yang berkaitan dengan prilaku positif :
• Siap berarti harus siap/ disiapkan menemani istri,
• Antar berarti harus diangkut/mendapatkan naik,
• Jaga menterjemahkan untuk menjaga (selalu oleh istrimu selama dan setelah penyampaian).
Untuk menjadi suami yang benar-benar siaga, harus dibekali dengan pengetahuan tentang beberapa hal berikut.
1. Upaya menyelamatkan ibu hamil.
2. Tiga terlambat, yaitu terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.
3. Empat terlalu, yaitu terlalu muda saat hamil, terlalu tua untuk hamil, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat usia kehamilan.
4. Perawatan kehamilan, tabungan persalinan, donor darah, tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas, serta pentingnya pencegahan dan mengatasi masalah kehamilan secara tepat.
5. Transportasi siaga dan pentingnya rujukan. Dengan demikian perhatian suami dan keluarga bertambah dalam memahami dan mengambil peran yang lebih aktif serta memberikan kasih sayang pada istri terutama pada saat sebelum kehamilan, selama kehamilan, persalinan, dan sesudah persalinan.
Budaya
Di berbagai wilayah di Indonesia terutama dalam masyarakat yang masih memegang teguh budaya tradisional (patrilineal), misalnya budaya jawa, menganggap istri adalah konco wingking (teman di belakang) yang artinya derajat kaum lelaki lebih tinggi dibandingkan dengan kaum perempuan, tugas perempuan hanyalah melayani kebutuhan dan keinginan suami saja. Anggapan seperti ini memengaruhi perlakuan suami terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Suami lebih dominan dalam mengambil keputusan dan tidak bertanggung jawab dalam beberapa hal seperti ber-KB serta adanya perbedaan kualitas dan kuantitas makanan suami yang biasanya lebih baik dibandingkan istri dan anaknya karena beranggapan bahwa suami adalah pencari nafkah dan sebagai kepala rumah tangga sehingga asupan zat gizi untuk ibu yang sedang hamil, menyusui, dan anak menjadi berkurang.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengubah budaya tradisional tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Menyosialisasikan persepsi tentang kesetaraan gender sejak dini melalui lembaga formal, misalnya sekolah formal maupun non-formal atau melalui program lain yang ada dalam kelompok masyarakat lalu mengaplikasikannya kedalam praktik kehidupan sehari-hari.
2. Memberikan penyuluhan pada sarana atau tempat-tempat berkumpul dan berinteraksi para lelaki, misalnya tempat kerja dan forum komunikasi desa.
3. Memberikan informasi sesering mungkin dengan stimulus yang menarik perhatian, misalnya melalui poster.
4. Masyarakat Indonesia pada umumnya masih mempunyai perasaan malu dengan lingkungan sekitar, sehingga perlu dipikirkan suatu aturan atau kegiatan yang dapat memotivasi kepala keluarga untuk segera merealisasikan kepedulikan kepada istrinya.
5. Satgas GSI di tingkat desa perlu membuat tanda sedemikian rupa dengan warna terang (merah, hijau, kuning) dan ditempelkan di rumah warga yang memiliki ibu hamil yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan kewaspadaan.
Pendapatan
Pada umunya masyarakat Indonesia sebagian besar penghasilannya (75-100%) digunakan untuk membiayai keperluan hidup. Persoalan ekonomi merupakan prioritas utama. Pendapatan keluarga hanya berfokus kepada pemenuhan kebutuhan hidup, sehingga hampir tidak ada penyisihan dana untuk kesehatan. Ibu hamil jarang diperiksakan ke pelayanan kesehatan karena tidaka adanya biaya.
Melihat permasalahan ekonomi di atas, prioritas kegiatan GSI di tingkat keluarga dalam pemberdayaan suami tidak hanya terbatas kepada kegiatan yang bersifat anjuran (advocacy), akan tetapi lebih bersifat holistik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjawab permasalahan kesehatan ibu secara nasional, akan tetapi yang lebih penting adalah dapat menyentuh dan ikut menyelesaikan persoalan mendasar di tingkat keluarga.
Pemberdayaan suami perlu dikaitkan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga, sehingga kepala keluarga tidak mempunyai alasan untuk tidak memperhatikan kesehatan istri karena masalah keuangan. Pemberdayaan ekonomi keluarga dapat dilakukan salah satunya dengan jalan membentuk kelompok usaha yang didasarkan pada sumber daya yang tersedia di sekitarnya serta mencari solusi pemasarannya misalnya kelompok usaha alat rumah tangga.
Tingkat Pendidikan
Wawasan pengetahuan suami dipengaruhi tingkat pendidikan suami sebagai kepala rumah tangga. Semakin rendah tingkat pendidikan suami, akses terhadap informasi kesehatan perempuan semakin berkurang, suami akan sulit dalam mengambil keputusan yang efektif. Dengan demikian perlu diperkenalkan pandangan baru untuk memberdayakan kaum suami dengan mendasarkan pengertian bahwa :
a. Suami memainkan peranan penting, terutama dalam pengambilan keputusan yang berkenan dengan kesehatan reproduksi pasangannya;
b. Suami sangat berkepentingan terhadap kesehatan reproduksi pasangannya;
c. Saling pengertian serta adanya keseimbangan peranan antara kedua pasangan dapat membantu meningkatkan perilaku yang kondusif terhadap peningkatan kesehatan reproduksi;
d. Pasangan yang selalu berkomunikasi tentang rencana keluarga maupun kesehatan reproduksi antara satu dengan yang lainnya akan mendapatkan keputusan yang lebih efektif dan lebih baik.
B. Penyebab Kematian Ibu Hamil
Keterlambatan sering kali berkontribusi terhadap kematian ibu ketika terjadi komplikasi kehamilan. Tiga jenis keterlambatan yang berisiko terhadap kesehatan ibu, yaitu terlambat untuk mencari pertolongan, terlambat mendapatkan pertolongan, terlambat mendapatkan pelayanan pada fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pertolongan yang memadai pada fasilitas kesehatan. Suami dan anggota keluarga lainnya memegang peranan yang penting dalam mendapatkan pelayanan sesegera mungkin.
Suami biasanya menjadi pemegang keputusan ketika kondisi istri dalam keadaan membutuhkan pertolongan kesehatan segera. Suami juga yang memutuskan transportasi apa yang digunakan untuk mencapai tempat pelayanan kesehatan. Suami dapat menghindari keterlambatan tersebut dengan cara mengenali gejala-gejala persalinan imminen dan persalinan dengan komplikasi.
Kebanyakan kematian ibu yang terjadi antara tiga hari setelah persalinan, disebabkan karena adanya infeksi atau perdarahan. Hasil penelitian terbaru menemukan kematian ibu dapat dicegah bila suami dapat mengenal komplikasi-komplikasi potensial setelah persalinan dan selalu siaga untuk mencari pertolongan jika hal tersebut terjadi. Suami juga berperan agar istrinya mendapatkan makanan yang bergizi. Pada masa menyusui, seorang ibu membutuhkan vitamin A tambahan untuk menjaga agar vitamin-vitamin yang diperlukan dapat diterima dengan baik oleh bayinya. Selama periode pasca persalinan, suami dapat membantu pekerjaan rumah tangga yang berat seperti mengumpulkan kayu dan air serta menjaga anak-anak. Mereka juga dapat mendorong istri untuk memberi ASI agar dapat menolong kontraksi uterus. Pada akhirnya, suami harus mulai memikirkan metode kontrasepsi, baik berupa metode sementara untuk memberikan jarak terhadap kelahiran yang berikutnya atau bila mungkin vasektomi jika tidak menginginkan anak lagi.
C. Peran dan Keterlibatan Suami Dalam Kehamilan
Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan, bahkan jaga produksi ASI. Keterlibatan suami sejak awal kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok ”manusia mungil” didalam perutnya. Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul ”What Your Parthner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilan.
Partisipasi suami yang dapat dilakukan antara lain meliputi :
1. Membantu mempertahankan dan meningkatkan kesehatan istri yang sedang hamil.
2. Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri.
3. Mengajak dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan terdekat minimal 4 kali selama kehamilan.
4. Memenuhi kebutuhan gizi bagi istrinya agar tidak terjadi anamia gizi dan memperoleh istirahat yang cukup.
5. Mempelajari gejala komplikasi pada kehamilan seperti darah tinggi, kaki bengkak, perdarahan, konsultasi dalam melahirkan, keracunan dalam kehamilan, infeksi dan sebagainya.
6. Menyiapkan biaya melahirkan dan biaya transportasi.
7. Melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap sedini mungkin bila terjadi hal-hal yang menyangkut kesehatan kehamilan dan kesehatan janin misal perdarahan dan lain-lain.
8. Menentukan tempat persalinan (fasilitas kesehatan) sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah masing-masing.
Trimester pertama:
Selama hamil, ada begitu banyak perubahan pada tubuh isti, yang paling menonjol adalah perubahan emosinya. Apa sebabnya? Kadar hormon estrogen dan progesteron didalam tubuhnya berubah. Tak mengherankan bila moodnya berubah-ubah terus. Kalau sudah begini, siapa lagi, selain suaminya. Suamilah yang paling tepat untuk membantu melalui masa-masa ini.
Beberapa hal yang bisa terjadi pada trimester pertama :
• Sering mual-mual dan muntah, terutama pada pagi hari , karena mengalami morning sickness.
• Menjadi cepat lelah dan mudah mengantuk.
• Mungkin tiba-tiba meminta atau menginginkan sesuatu yang ”aneh” atau biasa disebut ngidam.
• Semula tampak gembira, namun dalam beberapa detik bisa mendadak menangis tersedu-sedu, merasa tertekan dan sedih , tanpa sebab yang jelas atau karena masalah sepele.
Yang dapat suami lakukan :
• Bawakan krekers dan air putih atau jus buah ke tempat tidur. Sehingga, begitu istri bangun dan morning sickness mendera, keluhan yang dirasakannya langsung hilang., berkat perhatian dan kasih sayang yang suami berikan.
• Buatlah istri merasa nyaman, sehingga dapat beristirahat dan cukup tidur. Misalnya, memutar lagu-lagu yang lembut.
• Bersiaplah menghadapi ”ujian” untuk mengukur seberapa besar cinta suami kepada istri. Jangan kaget bila istri menginginkan sesuatu yang ”aneh” di tengah malam. Karena istri sedang ngidam. Bila mampu, tak ada salahnya memenuhi permintaannya. siapa tau suami ”lulus ujian” dengan nilai cemerlang nantinya.
• Tunjukan rasa bahagia dan antusias terhadap janin dalam kandungan. Sapaan ekspresif terhadap si kecil, misalnya ”hallo, lagi ngapain di situ?” atau seruan ”Woa...” sudah merupakan dukungan mental yang menyenangkan hati. Juga, ungkapkan perasaan cinta Anda padanya karena pada saat-saat seperti ini istri membutuhkan perhatian dan kasih sayang suami lebih dari biasanya.
Trimester kedua: masa-masa bahagia
Inilah saatnya istri merasakan nikmatnya masa-masa kehamilan. Makanya, suami tidak sebegitu tersiksanya ketimbang trimester lalu. Dan, mulai ikut merasakan gerakan janin mau tidak mau akan ”menyentil” suami. Sekarang ini suami baru bisa ”benar-benar” merasakan peran baru sebagai calon ayah.
Beberapa hal yang bisa terjadi pada trimester kedua :
• Emosi cenderung lebih stabil dan keluhan morning sickness juga jauh berkurang.
• Si kecil mulai sudah mulai “beraksi”.
• Merasa bahagia dengan kehamilannya sehingga lebih bersemangat melakukan latihan (olahraga ringan sesuai anjuran dokter) serta beraktivitas.
• Cukup nyaman dengan keadaannya, sehingga mulai timbul keingginan untuk menikmati hubungan seks.
Yang dapat suami lakukan :
• Tetap menunjukkan kalau Anda mengerti dan memahami benar perubahan emosi yang cepat serta perasaan lebih peka yang dialaminya, sebab ini wajar dan alami terjadi pada ibu hamil.
• Dampingi dan antarlah selalu pasangan setiap kali berkunjung ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya.
• Dampingi dan berpatisipasilah secara aktif di kelas senam hamil (senam Lamaze) bersamanya.
• Ajaklah dia untuk kembali menikmati hubungan seks.
Trimester ketiga: takut dan cemas menghadapi hari-H
Masa ini merupakan masa-masa penantian yang “melelahkan”. “Perjalanan” menuju persalinan tinggal hitungan hari saja. Itu sebabnya, Anda akan lebih banyak berperan sebagai a shoulder to cry on.
Beberapa hal yang bisa terjadi pada trimester ketiga :
• Semakin dekat dengan hari-H, biasanya dia merasa semakin takut dan cemas.
• Merasa penampilannya tidak menarik karena perubahan bentuk fisiknya.
• Sering mengeluh sakit, pegal, ngilu, dan berbagai rasa tidak nyaman pada tubuhnya, terutama pada punggung dan panggul, karena bayi sudah semakin besar dan sudah mulai menyiapkan diri untuk lahir.
• Mengeluh sulit tidur karena perutnya yang semakin membesar itu akan membuatnya tidak nyaman ketika berbaring.
Yang dapat suami lakukan :
• Bantu pasangan untuk mengatasi rasa cemas dan takut dalam menghadapi proses persalinan. Misalnya, dengan mengalihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya berbelanja keperluan si kecil.
• Pujilah kalau dia tetap cantik dan menarik, berbagai perubahan fisik tidak sedikitpun mengurangi kadar cinta Anda padanya.
• Bantulah meringankan berbagai keluhan. Misalnya, dengan memijat pegal-pegal di belakang tubuhnya.
• Bersiaplah untuk membantu dan menemaninya saat dia sulit tidur
D. Peran Suami Dalam Mencegah Atau Mengobati Komplikasi Kehamilan
Suami memainkan banyak peran kunci selama kehamilan dan persalinan istri serta setelah bayi lahir. Keputusan dan tindakan mereka berpengaruh terhadap kesakitan dan kesehatan, kehidupan dan kematian ibu dan bayinya.
Langkah awal yang dapat dilakukan oleh laki-laki dalam mempromosikan keselamatan ibu adalah merencanakan keluarganya. Pembatasan kelahiran dan membuat jarak kelahiran paling sedikit 2 tahun, baik untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, mengingat setiap kehamilan membawa resiko kesehatan yang potensial untuk ibu, walaupun ibu tersebut terlihat sehat dan berisiko rendah kehamilan yang tidak direncanakan sering kali menjadi berisiko karena akan membawa mereka untuk aborsi. Komplikasi aborsi yang tidak aman menyebabkan 50.000 hingga 100.000 kematian setiap tahun.
E. Dukungan Suami Dalam Kehamilan
Agar istri bisa menjalani kehamilan yang sehat dan nyaman,dukungan suami mutlak diperlukan. Saat hamil, istri akan mengalami perubahan, Secara fisik ia akan menjadi lebih gemuk. Fisiologisnya juga mengalami berbagai perubahan yang mempengaruhi pola perilaku dan emosinya. Karena itu,selama istri hamil, suami harus selau siaga yaitu siaga untuk bersabar, memahami, memperhatikan, membantu dan melayani istri. Bersabar, mengapa ?
Mungkin sebagai suami anda sering mendengar cerita tentang wanita yang hamil muda. Sebagian dari mereka sering mengalami morning sicknes yaitu mual2 dan muntah2 di pagi hari. Tak jarang pada sore haripun wanita juga mengalami hal yang demikian. Bahkan ada yang lebih parah lagi mual dan muntah hampir sepanjang hari.
Meskipun anda sudah sering mendengar tentang berbagai cerita itu biasanya anda tetap akan kaget, saat istri anda mengalaminya.Anda mungkin tak hanya kaget,tetapi juga jengkel,karena beberapa hal atau rutinitas yang biasanya istri anda bisa lakukan, kini tidak bisa dilakukannya. Memasak dan membersihkan rumah misalnya mungkin harus tertunda saat istri anda sedang mengalami khas kehamilan. Tidak itu saja, saat anda ingin mengajaknya ‘berjima’ mungkin ia enggan baik karena kondisi tubuhnya yang kurang nyaman,atau kekhawatirannya terhadap keselamatan bayi yang ia kandung. Karena itulah,anda harus bersabar. Pahamilah kondisi istri, karena sesungguhnya ia sendiri pun tak ingin mengalami kondisi2 yang ganjil itu, tapi ia harus menjalani sebagai konsekuensi dari perjuangan menjadi seorang ibu.
Pahamilah perubahannya
Kasih sayang suami yang besar, dengan niat untuk memahami dan melayani istri ,sebagai bentuk tanggung jawab terhadap perjanjian bersama kepada Allah SWT (mistaqan ghalizha) akan banyak membantu suami menyesuaikan diri terhadap kehamilan istri. Suami juga juga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan selera istri. Anda harus menyesuaikan selera istri dengan menghargai masakannya dan tidak mencela.
Sebagaimana dikatakan Trethowan dan Dickness (1972) wanita hamil sering mengalami dullet-taste (selera yang bodoh) selama hamil. Istri anda, mungkin jadi sangat suka masakan yang asin sekali,asam,atau citarasa lain yang tajam. Bisa pula ia jadi tidak suka pada makanan yang sebelumnya ia sukai. Terimalah kondisi istri dan bersikaplah bijak bila seleranya kurang sesuai dengan selera anda dan anak-anak.
Berilah perhatian
Istri membutuhkan perhatian dari suami sebagai orang yang dicintainya. Ia juga butuh perasan dicintai oleh orang yang dicintainya,lebih-lebih ketika ia mengalami berbagai perubahan saat pertama kali ia hamil. Seorang suami perlu memberikan perhatian pada istrinya dengan tulus. Perhatian dan kasih saying selain memenuhi kebutuhan fisik dan psikis yang primer juga bisa diwujudkan dengan tindakan-tindakan kecil. Misalnya mengucapkan salam atau memberi kecupan. Perhatian suami yang tulus bisa menentramkan istri saat keinginannya mencari buah yang sedang tidak musim tidak terpenuhi. Melalui perhatian yang tulus,bersih, dan sungguh2 suami lebih mudah menyampaikan pengertian,ketika istri sedang ngidam. Berikan dorongan pada istri. Itu akan banyak memberi arti bagi istri dalam beradaptasi dengan kehamilannya. Suami juga harus bisa menjadi teman bicara dan pendengar yang baik, karena disaat hamil seperti itu istri butuh teman bicara yang mau mendengar tentang ungkapan perasaana, tentang dirinya,bayinya dan masa depan bersama. Sikap yang perlu anda tumbuhkan adalah empati terhadap kehamilan istri anda. Berusahalah untuk memahami apa yang dirasakan istri anda sebagaimana ia merasakannya. Istri mengharapkan agar anda mengerti bahwa hamil itu berat. Bahwa kecemasan menghinggapi dirinya dan tak mudah menghilangkannya dengan kata sabar. Genggamlah tanggannya saat ia berbicara dan dengarlah secara penuh apa saja keluhannya.
Membantu dan melayani istri
Hamil memberi beban berat pada istri. Perutnya membesar sehingga keseimbangan badan berubah dan sulit mencari posisi tidur yang nyaman. Ditambah lagi beban kerja ginjal yang meningkat, frekuensi kencing bertambah,mual-mual,sampai tegangan yang tidak mengenakkan pada farji dan perut. Semua beban itu dialami sendiri oleh istri. Padahal, bayi yang ada dalam kandungannya adalah anak anda berdua. Karena itu sudah sepatutnya sebagai suami anda berusaha meringankan beban istri. Meringankan beban istri, bisa dengan melakukan pekerjaan sehari-hari yang sederhana, mencuci pakaian atau menyapu halaman, misalnya, istri seringkali tidak menuntut suaminya untuk mengambil alih semua pekerjaan rumah tangga. Ia lebih membutuhkan ketulusan dan kesungguhan anda dalam membantu meringankan bebannya. Selain itu anda juga bisa melayani istri misalnya dengan memijatnya saat ia sedang mual-mual atau menyediakan dan menemaninya makan siang ia sedang kehilangan selera makan. Yang terakhir, berterimakasihlah pada istri anda. Selama Sembilan bulan sepuluh hari hampir dapat dipastikan istri tetap berusaha melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, meskipun ia cukup terbebani dengan kehamilannya. Dengan semangat pengapdian, pengorbanan, kasih sayang dan cintanya, istri tidak menuntut apapun, kecuali perhatian dan kasih sayang anda. Karena itulah, sudah sepantasnya bila anda berterima kasih kepadanya,meski ia tidak memintanya. Anda bisa mengungkapkan terima kasih itu dalam berbagai bentuk, tetapi ungkapan dengan kata-kata jangan diabaikan. Istri akan merasakan kebahagian yang menyentuh bila anda bisa mengucapkan terima kasih dengan betul-betul tulus dan spontan.
Nah, itulah beberapa hal yang harus anda lakukan saat istri anda hamil. Jangan sampai kehamilan istri justru membuat anda sering uring-uringan, sehingga menambah beban istri. Ingat jika istri anda stress dan terlalu banyak beban pikiran, itu juga bisa berpengaruh buruk terhadap bayi yang ia kandung
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Suami siaga merupakan bentuk pendampingan yang diberikan kepada ibu, karena salah satu orang terdekat ibu adalah suami. Program suami siaga (Suami Siap Antar Jaga) dikembangkan untuk mendukung program GSI. Suami menyiapkan biaya pemeriksaan dan persalinan, siap mengantar istri ke tempat pemeriksaan dan melahirkan, serta siap menjaga dan menunggu istri melahirkan.
Suami siaga adalah suami yang siap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabil terjadi masalah kehamilan. Suami siaga mempunyai jaringan dengan tetangga potensial yang mampu mengatasi masalah kegawatdaruratan kebidanan. Suami siaga juga memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas dan mengutamakan keselamatan istri.
B. Saran
Diharapkan kepada pembaca agar dapat mengerti dan memahami mengenai makalah yang kami sajikan dimana pembahasannya yaitu tentang suami siaga. Sehingga sebagai pembaca lebih dapat mengetahui bagaimana peran seorang suami dalam kehamilan, persalinan, dan nifas.
DAFTAR PUSTAKA
Eny Retna Ambarwati. 2009. Asuhan Kebidanan Komunitas. Nuha Medika : Yogyakarta.
Yulifah, Johan Tri. 2009. Asuhan Kebidanan Komunitas. Salemba Medika : Jakarta.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suami siaga merupakan suami yang sap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabila terjadi masalah kehamilan. Suami siaga mempunyai jaringan dengan tetangga potensial yang mampu mengatasi masalahh kegawatdaruratan kebidanan.
Suami siaga juga harus memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas, dan mengutamakan keselamatan istri. Sehingga diperlukan terobosan-terobosan baru dalam upaya meningkatkan partisipasi suami, namun dengan tetap memperhatikan faktor-faktor spesifik yang mempengaruhinya, sehingga dapat menimbulkan kesadaran dn kemauaan dari suami untuk lebihmemberdayakan diri dalam berbagi tanggung jawab dengan istrinya.
B. Rumusan Masalah
Menjelaskan pengertian suami siaga
Menjelaskan bagaimana peran serta suami dalam kehamilan
Menjelaskan bagaimana dukungan suami dalam kehamilan
C. Tujuan
Untuk mengetahui pengertian suami siaga
Untuk mengetahui bagaimana peran serta suami dalam kehamilan
Untuk mengetahui bagaimana dukungan yang di berikan oleh suami dalam kehamilan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Suami siaga
• Siap, suami hendaknya waspada dan bertindak atau mengantisipasi jika melihat tanda bahaya kehamilan.
• Antar, suami hendaknya merencanakan angkutan dan menyediakan donor darah jika diperlukan.
• Jaga, suami hendaknya mendampingi istri selama proses dan selesai persalinan.
Suami siaga merupakan bentuk pendampingan yang diberikan kepada ibu, karena salah satu orang terdekat ibu adalah suami. Program suami siaga (Suami Siap Antar Jaga) dikembangkan untuk mendukung program GSI. Suami menyiapkan biaya pemeriksaan dan persalinan, siap mengantar istri ke tempat pemeriksaan dan melahirkan, serta siap menjaga dan menunggu istri melahirkan.
Suami siaga adalah suami yang siap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabil terjadi masalah kehamilan. Suami siaga mempunyai jaringan dengan tetangga potensial yang mampu mengatasi masalah kegawatdaruratan kebidanan. Suami siaga juga memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas dan mengutamakan keselamatan istri.
Dalam konsep suami siaga, seorang suami dengan istri yang sedang hamil diharapkan siap mewaspadai setiap risiko kehamilan yang muncul, menjaga agar istri tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kesehatan dan kehamilannya, serta segera mengantar ke rujukan terdekat bila ada tanda-tanda komplikasi kehamilan. Jika peran SIAGA ini dijalankan, diharapkan keterlambatan yang kerap menjadi penyebab kematian ibu melahirkan tidak terjadi. Keterlambatan yang dimaksud mencakup terlambat mengetahui kelainan kehamilan dan persalinan, terlambat memutuskan untuk segera ke fasilitas pelayanan kesehatan, terlambat menerima perawatan yang tepat.
SIAGA posisi yang berkaitan dengan prilaku positif :
• Siap berarti harus siap/ disiapkan menemani istri,
• Antar berarti harus diangkut/mendapatkan naik,
• Jaga menterjemahkan untuk menjaga (selalu oleh istrimu selama dan setelah penyampaian).
Untuk menjadi suami yang benar-benar siaga, harus dibekali dengan pengetahuan tentang beberapa hal berikut.
1. Upaya menyelamatkan ibu hamil.
2. Tiga terlambat, yaitu terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.
3. Empat terlalu, yaitu terlalu muda saat hamil, terlalu tua untuk hamil, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat usia kehamilan.
4. Perawatan kehamilan, tabungan persalinan, donor darah, tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas, serta pentingnya pencegahan dan mengatasi masalah kehamilan secara tepat.
5. Transportasi siaga dan pentingnya rujukan. Dengan demikian perhatian suami dan keluarga bertambah dalam memahami dan mengambil peran yang lebih aktif serta memberikan kasih sayang pada istri terutama pada saat sebelum kehamilan, selama kehamilan, persalinan, dan sesudah persalinan.
Budaya
Di berbagai wilayah di Indonesia terutama dalam masyarakat yang masih memegang teguh budaya tradisional (patrilineal), misalnya budaya jawa, menganggap istri adalah konco wingking (teman di belakang) yang artinya derajat kaum lelaki lebih tinggi dibandingkan dengan kaum perempuan, tugas perempuan hanyalah melayani kebutuhan dan keinginan suami saja. Anggapan seperti ini memengaruhi perlakuan suami terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Suami lebih dominan dalam mengambil keputusan dan tidak bertanggung jawab dalam beberapa hal seperti ber-KB serta adanya perbedaan kualitas dan kuantitas makanan suami yang biasanya lebih baik dibandingkan istri dan anaknya karena beranggapan bahwa suami adalah pencari nafkah dan sebagai kepala rumah tangga sehingga asupan zat gizi untuk ibu yang sedang hamil, menyusui, dan anak menjadi berkurang.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengubah budaya tradisional tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Menyosialisasikan persepsi tentang kesetaraan gender sejak dini melalui lembaga formal, misalnya sekolah formal maupun non-formal atau melalui program lain yang ada dalam kelompok masyarakat lalu mengaplikasikannya kedalam praktik kehidupan sehari-hari.
2. Memberikan penyuluhan pada sarana atau tempat-tempat berkumpul dan berinteraksi para lelaki, misalnya tempat kerja dan forum komunikasi desa.
3. Memberikan informasi sesering mungkin dengan stimulus yang menarik perhatian, misalnya melalui poster.
4. Masyarakat Indonesia pada umumnya masih mempunyai perasaan malu dengan lingkungan sekitar, sehingga perlu dipikirkan suatu aturan atau kegiatan yang dapat memotivasi kepala keluarga untuk segera merealisasikan kepedulikan kepada istrinya.
5. Satgas GSI di tingkat desa perlu membuat tanda sedemikian rupa dengan warna terang (merah, hijau, kuning) dan ditempelkan di rumah warga yang memiliki ibu hamil yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan kewaspadaan.
Pendapatan
Pada umunya masyarakat Indonesia sebagian besar penghasilannya (75-100%) digunakan untuk membiayai keperluan hidup. Persoalan ekonomi merupakan prioritas utama. Pendapatan keluarga hanya berfokus kepada pemenuhan kebutuhan hidup, sehingga hampir tidak ada penyisihan dana untuk kesehatan. Ibu hamil jarang diperiksakan ke pelayanan kesehatan karena tidaka adanya biaya.
Melihat permasalahan ekonomi di atas, prioritas kegiatan GSI di tingkat keluarga dalam pemberdayaan suami tidak hanya terbatas kepada kegiatan yang bersifat anjuran (advocacy), akan tetapi lebih bersifat holistik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjawab permasalahan kesehatan ibu secara nasional, akan tetapi yang lebih penting adalah dapat menyentuh dan ikut menyelesaikan persoalan mendasar di tingkat keluarga.
Pemberdayaan suami perlu dikaitkan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga, sehingga kepala keluarga tidak mempunyai alasan untuk tidak memperhatikan kesehatan istri karena masalah keuangan. Pemberdayaan ekonomi keluarga dapat dilakukan salah satunya dengan jalan membentuk kelompok usaha yang didasarkan pada sumber daya yang tersedia di sekitarnya serta mencari solusi pemasarannya misalnya kelompok usaha alat rumah tangga.
Tingkat Pendidikan
Wawasan pengetahuan suami dipengaruhi tingkat pendidikan suami sebagai kepala rumah tangga. Semakin rendah tingkat pendidikan suami, akses terhadap informasi kesehatan perempuan semakin berkurang, suami akan sulit dalam mengambil keputusan yang efektif. Dengan demikian perlu diperkenalkan pandangan baru untuk memberdayakan kaum suami dengan mendasarkan pengertian bahwa :
a. Suami memainkan peranan penting, terutama dalam pengambilan keputusan yang berkenan dengan kesehatan reproduksi pasangannya;
b. Suami sangat berkepentingan terhadap kesehatan reproduksi pasangannya;
c. Saling pengertian serta adanya keseimbangan peranan antara kedua pasangan dapat membantu meningkatkan perilaku yang kondusif terhadap peningkatan kesehatan reproduksi;
d. Pasangan yang selalu berkomunikasi tentang rencana keluarga maupun kesehatan reproduksi antara satu dengan yang lainnya akan mendapatkan keputusan yang lebih efektif dan lebih baik.
B. Penyebab Kematian Ibu Hamil
Keterlambatan sering kali berkontribusi terhadap kematian ibu ketika terjadi komplikasi kehamilan. Tiga jenis keterlambatan yang berisiko terhadap kesehatan ibu, yaitu terlambat untuk mencari pertolongan, terlambat mendapatkan pertolongan, terlambat mendapatkan pelayanan pada fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pertolongan yang memadai pada fasilitas kesehatan. Suami dan anggota keluarga lainnya memegang peranan yang penting dalam mendapatkan pelayanan sesegera mungkin.
Suami biasanya menjadi pemegang keputusan ketika kondisi istri dalam keadaan membutuhkan pertolongan kesehatan segera. Suami juga yang memutuskan transportasi apa yang digunakan untuk mencapai tempat pelayanan kesehatan. Suami dapat menghindari keterlambatan tersebut dengan cara mengenali gejala-gejala persalinan imminen dan persalinan dengan komplikasi.
Kebanyakan kematian ibu yang terjadi antara tiga hari setelah persalinan, disebabkan karena adanya infeksi atau perdarahan. Hasil penelitian terbaru menemukan kematian ibu dapat dicegah bila suami dapat mengenal komplikasi-komplikasi potensial setelah persalinan dan selalu siaga untuk mencari pertolongan jika hal tersebut terjadi. Suami juga berperan agar istrinya mendapatkan makanan yang bergizi. Pada masa menyusui, seorang ibu membutuhkan vitamin A tambahan untuk menjaga agar vitamin-vitamin yang diperlukan dapat diterima dengan baik oleh bayinya. Selama periode pasca persalinan, suami dapat membantu pekerjaan rumah tangga yang berat seperti mengumpulkan kayu dan air serta menjaga anak-anak. Mereka juga dapat mendorong istri untuk memberi ASI agar dapat menolong kontraksi uterus. Pada akhirnya, suami harus mulai memikirkan metode kontrasepsi, baik berupa metode sementara untuk memberikan jarak terhadap kelahiran yang berikutnya atau bila mungkin vasektomi jika tidak menginginkan anak lagi.
C. Peran dan Keterlibatan Suami Dalam Kehamilan
Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan, bahkan jaga produksi ASI. Keterlibatan suami sejak awal kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok ”manusia mungil” didalam perutnya. Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul ”What Your Parthner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilan.
Partisipasi suami yang dapat dilakukan antara lain meliputi :
1. Membantu mempertahankan dan meningkatkan kesehatan istri yang sedang hamil.
2. Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri.
3. Mengajak dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan terdekat minimal 4 kali selama kehamilan.
4. Memenuhi kebutuhan gizi bagi istrinya agar tidak terjadi anamia gizi dan memperoleh istirahat yang cukup.
5. Mempelajari gejala komplikasi pada kehamilan seperti darah tinggi, kaki bengkak, perdarahan, konsultasi dalam melahirkan, keracunan dalam kehamilan, infeksi dan sebagainya.
6. Menyiapkan biaya melahirkan dan biaya transportasi.
7. Melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap sedini mungkin bila terjadi hal-hal yang menyangkut kesehatan kehamilan dan kesehatan janin misal perdarahan dan lain-lain.
8. Menentukan tempat persalinan (fasilitas kesehatan) sesuai dengan kemampuan dan kondisi daerah masing-masing.
Trimester pertama:
Selama hamil, ada begitu banyak perubahan pada tubuh isti, yang paling menonjol adalah perubahan emosinya. Apa sebabnya? Kadar hormon estrogen dan progesteron didalam tubuhnya berubah. Tak mengherankan bila moodnya berubah-ubah terus. Kalau sudah begini, siapa lagi, selain suaminya. Suamilah yang paling tepat untuk membantu melalui masa-masa ini.
Beberapa hal yang bisa terjadi pada trimester pertama :
• Sering mual-mual dan muntah, terutama pada pagi hari , karena mengalami morning sickness.
• Menjadi cepat lelah dan mudah mengantuk.
• Mungkin tiba-tiba meminta atau menginginkan sesuatu yang ”aneh” atau biasa disebut ngidam.
• Semula tampak gembira, namun dalam beberapa detik bisa mendadak menangis tersedu-sedu, merasa tertekan dan sedih , tanpa sebab yang jelas atau karena masalah sepele.
Yang dapat suami lakukan :
• Bawakan krekers dan air putih atau jus buah ke tempat tidur. Sehingga, begitu istri bangun dan morning sickness mendera, keluhan yang dirasakannya langsung hilang., berkat perhatian dan kasih sayang yang suami berikan.
• Buatlah istri merasa nyaman, sehingga dapat beristirahat dan cukup tidur. Misalnya, memutar lagu-lagu yang lembut.
• Bersiaplah menghadapi ”ujian” untuk mengukur seberapa besar cinta suami kepada istri. Jangan kaget bila istri menginginkan sesuatu yang ”aneh” di tengah malam. Karena istri sedang ngidam. Bila mampu, tak ada salahnya memenuhi permintaannya. siapa tau suami ”lulus ujian” dengan nilai cemerlang nantinya.
• Tunjukan rasa bahagia dan antusias terhadap janin dalam kandungan. Sapaan ekspresif terhadap si kecil, misalnya ”hallo, lagi ngapain di situ?” atau seruan ”Woa...” sudah merupakan dukungan mental yang menyenangkan hati. Juga, ungkapkan perasaan cinta Anda padanya karena pada saat-saat seperti ini istri membutuhkan perhatian dan kasih sayang suami lebih dari biasanya.
Trimester kedua: masa-masa bahagia
Inilah saatnya istri merasakan nikmatnya masa-masa kehamilan. Makanya, suami tidak sebegitu tersiksanya ketimbang trimester lalu. Dan, mulai ikut merasakan gerakan janin mau tidak mau akan ”menyentil” suami. Sekarang ini suami baru bisa ”benar-benar” merasakan peran baru sebagai calon ayah.
Beberapa hal yang bisa terjadi pada trimester kedua :
• Emosi cenderung lebih stabil dan keluhan morning sickness juga jauh berkurang.
• Si kecil mulai sudah mulai “beraksi”.
• Merasa bahagia dengan kehamilannya sehingga lebih bersemangat melakukan latihan (olahraga ringan sesuai anjuran dokter) serta beraktivitas.
• Cukup nyaman dengan keadaannya, sehingga mulai timbul keingginan untuk menikmati hubungan seks.
Yang dapat suami lakukan :
• Tetap menunjukkan kalau Anda mengerti dan memahami benar perubahan emosi yang cepat serta perasaan lebih peka yang dialaminya, sebab ini wajar dan alami terjadi pada ibu hamil.
• Dampingi dan antarlah selalu pasangan setiap kali berkunjung ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya.
• Dampingi dan berpatisipasilah secara aktif di kelas senam hamil (senam Lamaze) bersamanya.
• Ajaklah dia untuk kembali menikmati hubungan seks.
Trimester ketiga: takut dan cemas menghadapi hari-H
Masa ini merupakan masa-masa penantian yang “melelahkan”. “Perjalanan” menuju persalinan tinggal hitungan hari saja. Itu sebabnya, Anda akan lebih banyak berperan sebagai a shoulder to cry on.
Beberapa hal yang bisa terjadi pada trimester ketiga :
• Semakin dekat dengan hari-H, biasanya dia merasa semakin takut dan cemas.
• Merasa penampilannya tidak menarik karena perubahan bentuk fisiknya.
• Sering mengeluh sakit, pegal, ngilu, dan berbagai rasa tidak nyaman pada tubuhnya, terutama pada punggung dan panggul, karena bayi sudah semakin besar dan sudah mulai menyiapkan diri untuk lahir.
• Mengeluh sulit tidur karena perutnya yang semakin membesar itu akan membuatnya tidak nyaman ketika berbaring.
Yang dapat suami lakukan :
• Bantu pasangan untuk mengatasi rasa cemas dan takut dalam menghadapi proses persalinan. Misalnya, dengan mengalihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya berbelanja keperluan si kecil.
• Pujilah kalau dia tetap cantik dan menarik, berbagai perubahan fisik tidak sedikitpun mengurangi kadar cinta Anda padanya.
• Bantulah meringankan berbagai keluhan. Misalnya, dengan memijat pegal-pegal di belakang tubuhnya.
• Bersiaplah untuk membantu dan menemaninya saat dia sulit tidur
D. Peran Suami Dalam Mencegah Atau Mengobati Komplikasi Kehamilan
Suami memainkan banyak peran kunci selama kehamilan dan persalinan istri serta setelah bayi lahir. Keputusan dan tindakan mereka berpengaruh terhadap kesakitan dan kesehatan, kehidupan dan kematian ibu dan bayinya.
Langkah awal yang dapat dilakukan oleh laki-laki dalam mempromosikan keselamatan ibu adalah merencanakan keluarganya. Pembatasan kelahiran dan membuat jarak kelahiran paling sedikit 2 tahun, baik untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, mengingat setiap kehamilan membawa resiko kesehatan yang potensial untuk ibu, walaupun ibu tersebut terlihat sehat dan berisiko rendah kehamilan yang tidak direncanakan sering kali menjadi berisiko karena akan membawa mereka untuk aborsi. Komplikasi aborsi yang tidak aman menyebabkan 50.000 hingga 100.000 kematian setiap tahun.
E. Dukungan Suami Dalam Kehamilan
Agar istri bisa menjalani kehamilan yang sehat dan nyaman,dukungan suami mutlak diperlukan. Saat hamil, istri akan mengalami perubahan, Secara fisik ia akan menjadi lebih gemuk. Fisiologisnya juga mengalami berbagai perubahan yang mempengaruhi pola perilaku dan emosinya. Karena itu,selama istri hamil, suami harus selau siaga yaitu siaga untuk bersabar, memahami, memperhatikan, membantu dan melayani istri. Bersabar, mengapa ?
Mungkin sebagai suami anda sering mendengar cerita tentang wanita yang hamil muda. Sebagian dari mereka sering mengalami morning sicknes yaitu mual2 dan muntah2 di pagi hari. Tak jarang pada sore haripun wanita juga mengalami hal yang demikian. Bahkan ada yang lebih parah lagi mual dan muntah hampir sepanjang hari.
Meskipun anda sudah sering mendengar tentang berbagai cerita itu biasanya anda tetap akan kaget, saat istri anda mengalaminya.Anda mungkin tak hanya kaget,tetapi juga jengkel,karena beberapa hal atau rutinitas yang biasanya istri anda bisa lakukan, kini tidak bisa dilakukannya. Memasak dan membersihkan rumah misalnya mungkin harus tertunda saat istri anda sedang mengalami khas kehamilan. Tidak itu saja, saat anda ingin mengajaknya ‘berjima’ mungkin ia enggan baik karena kondisi tubuhnya yang kurang nyaman,atau kekhawatirannya terhadap keselamatan bayi yang ia kandung. Karena itulah,anda harus bersabar. Pahamilah kondisi istri, karena sesungguhnya ia sendiri pun tak ingin mengalami kondisi2 yang ganjil itu, tapi ia harus menjalani sebagai konsekuensi dari perjuangan menjadi seorang ibu.
Pahamilah perubahannya
Kasih sayang suami yang besar, dengan niat untuk memahami dan melayani istri ,sebagai bentuk tanggung jawab terhadap perjanjian bersama kepada Allah SWT (mistaqan ghalizha) akan banyak membantu suami menyesuaikan diri terhadap kehamilan istri. Suami juga juga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan selera istri. Anda harus menyesuaikan selera istri dengan menghargai masakannya dan tidak mencela.
Sebagaimana dikatakan Trethowan dan Dickness (1972) wanita hamil sering mengalami dullet-taste (selera yang bodoh) selama hamil. Istri anda, mungkin jadi sangat suka masakan yang asin sekali,asam,atau citarasa lain yang tajam. Bisa pula ia jadi tidak suka pada makanan yang sebelumnya ia sukai. Terimalah kondisi istri dan bersikaplah bijak bila seleranya kurang sesuai dengan selera anda dan anak-anak.
Berilah perhatian
Istri membutuhkan perhatian dari suami sebagai orang yang dicintainya. Ia juga butuh perasan dicintai oleh orang yang dicintainya,lebih-lebih ketika ia mengalami berbagai perubahan saat pertama kali ia hamil. Seorang suami perlu memberikan perhatian pada istrinya dengan tulus. Perhatian dan kasih saying selain memenuhi kebutuhan fisik dan psikis yang primer juga bisa diwujudkan dengan tindakan-tindakan kecil. Misalnya mengucapkan salam atau memberi kecupan. Perhatian suami yang tulus bisa menentramkan istri saat keinginannya mencari buah yang sedang tidak musim tidak terpenuhi. Melalui perhatian yang tulus,bersih, dan sungguh2 suami lebih mudah menyampaikan pengertian,ketika istri sedang ngidam. Berikan dorongan pada istri. Itu akan banyak memberi arti bagi istri dalam beradaptasi dengan kehamilannya. Suami juga harus bisa menjadi teman bicara dan pendengar yang baik, karena disaat hamil seperti itu istri butuh teman bicara yang mau mendengar tentang ungkapan perasaana, tentang dirinya,bayinya dan masa depan bersama. Sikap yang perlu anda tumbuhkan adalah empati terhadap kehamilan istri anda. Berusahalah untuk memahami apa yang dirasakan istri anda sebagaimana ia merasakannya. Istri mengharapkan agar anda mengerti bahwa hamil itu berat. Bahwa kecemasan menghinggapi dirinya dan tak mudah menghilangkannya dengan kata sabar. Genggamlah tanggannya saat ia berbicara dan dengarlah secara penuh apa saja keluhannya.
Membantu dan melayani istri
Hamil memberi beban berat pada istri. Perutnya membesar sehingga keseimbangan badan berubah dan sulit mencari posisi tidur yang nyaman. Ditambah lagi beban kerja ginjal yang meningkat, frekuensi kencing bertambah,mual-mual,sampai tegangan yang tidak mengenakkan pada farji dan perut. Semua beban itu dialami sendiri oleh istri. Padahal, bayi yang ada dalam kandungannya adalah anak anda berdua. Karena itu sudah sepatutnya sebagai suami anda berusaha meringankan beban istri. Meringankan beban istri, bisa dengan melakukan pekerjaan sehari-hari yang sederhana, mencuci pakaian atau menyapu halaman, misalnya, istri seringkali tidak menuntut suaminya untuk mengambil alih semua pekerjaan rumah tangga. Ia lebih membutuhkan ketulusan dan kesungguhan anda dalam membantu meringankan bebannya. Selain itu anda juga bisa melayani istri misalnya dengan memijatnya saat ia sedang mual-mual atau menyediakan dan menemaninya makan siang ia sedang kehilangan selera makan. Yang terakhir, berterimakasihlah pada istri anda. Selama Sembilan bulan sepuluh hari hampir dapat dipastikan istri tetap berusaha melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, meskipun ia cukup terbebani dengan kehamilannya. Dengan semangat pengapdian, pengorbanan, kasih sayang dan cintanya, istri tidak menuntut apapun, kecuali perhatian dan kasih sayang anda. Karena itulah, sudah sepantasnya bila anda berterima kasih kepadanya,meski ia tidak memintanya. Anda bisa mengungkapkan terima kasih itu dalam berbagai bentuk, tetapi ungkapan dengan kata-kata jangan diabaikan. Istri akan merasakan kebahagian yang menyentuh bila anda bisa mengucapkan terima kasih dengan betul-betul tulus dan spontan.
Nah, itulah beberapa hal yang harus anda lakukan saat istri anda hamil. Jangan sampai kehamilan istri justru membuat anda sering uring-uringan, sehingga menambah beban istri. Ingat jika istri anda stress dan terlalu banyak beban pikiran, itu juga bisa berpengaruh buruk terhadap bayi yang ia kandung
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Suami siaga merupakan bentuk pendampingan yang diberikan kepada ibu, karena salah satu orang terdekat ibu adalah suami. Program suami siaga (Suami Siap Antar Jaga) dikembangkan untuk mendukung program GSI. Suami menyiapkan biaya pemeriksaan dan persalinan, siap mengantar istri ke tempat pemeriksaan dan melahirkan, serta siap menjaga dan menunggu istri melahirkan.
Suami siaga adalah suami yang siap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabil terjadi masalah kehamilan. Suami siaga mempunyai jaringan dengan tetangga potensial yang mampu mengatasi masalah kegawatdaruratan kebidanan. Suami siaga juga memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas dan mengutamakan keselamatan istri.
B. Saran
Diharapkan kepada pembaca agar dapat mengerti dan memahami mengenai makalah yang kami sajikan dimana pembahasannya yaitu tentang suami siaga. Sehingga sebagai pembaca lebih dapat mengetahui bagaimana peran seorang suami dalam kehamilan, persalinan, dan nifas.
DAFTAR PUSTAKA
Eny Retna Ambarwati. 2009. Asuhan Kebidanan Komunitas. Nuha Medika : Yogyakarta.
Yulifah, Johan Tri. 2009. Asuhan Kebidanan Komunitas. Salemba Medika : Jakarta.
Wanita di Tempat Kerja
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.
Bahwasanya secara normatif wanita mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria dalam segala bidang kehidupan dan bidang pembangunan seperti yang tercantum dalam GBHN, tetapi secara factual persamaan tersebut saat ini belum terwujud, diantaranya di bidang kesehatan. Masih banyak wanita yang mengalami diskriminasi dalam bidang kesehatan, umpamanya: pembedaan pemberian makanan bergizi pada anak laki-laki dan wanita, akses informasi, dan akses pelayanan kesehatan dan sebagainya. Untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini salah satu usaha pemerintah berusaha untuk meningkatkan pelayanan terhadap wanita usia produktif dengan menyediakan puskesmas dan rumah sakit dengan berbagai fasilitasnya. Tetapi di Indonesia, usaha dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi ini masih belum mencapai tujuan yang diinginkan. pembedaan pemberian makanan bergizi pada anak laki-laki dan wanita, akses informasi, dan akses pelayanan kesehatan dan sebagainya. Untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini salah satu usaha pemerintah berusaha untuk meningkatkan pelayanan terhadap wanita usia produktif dengan menyediakan puskesmas dan rumah sakit dengan berbagai fasilitasnya. Tetapi di Indonesia, usaha dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi ini masih belum mencapai tujuan yang diinginkan.
Artinya hal ini membawa pemikiran baru untuk mengefektitkan serta mengintensitkan pelaksanaan berdasarkan kesadaran masyarakat dan kebutuhannya sendiri. Terobosan dan strategi bagaimana memasyarakatkan program kesehatan reproduksi khususnya reproduksi wanita tanpa arahan atau paksaan. Untuk itu penulis ingin mengetahui lebih dalam bagaimana tanggapan wanita sendiri dan masyarakatnya tentang kesehatan reproduksi mereka.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah definisi kesehatan reproduksi wanita?
2. Bagaimanakah konsep pemikiran tentang kesehatan reproduksi wanita ?
3. Bagaimanakah indikator permasalahan kesehatan repsoduksi wanita ?
4. Bagaimanakah kesehatan wanita di tempat kerja ?
5. Bagaimanakah pandangan masyarakat terhadap kesehatan wanita ?
1.3 Tujuan
Untuk menambah wawasan tentang permasalahan kesehatan wanita dalam bidang sosial khususnya wanita di tempat kerja.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Definisi Kesehatan Reproduksi Wanita.
Berdasarkan Konferensi Wanita sedunia ke IV di Beijing pada tahun 1995 dan Koperensi Kependudukan dan Pembangunan di Cairo tahun 1994 sudah disepakati perihal hak-hak reproduksi tersebut. Dalam hal ini (Cholil,1996) menyimpulkan bahwa terkandung empat hal pokok dalam reproduksi wanita yaitu :
•Kesehatan reproduksi dan seksual (reproductive and sexual health)
•Penentuan dalam keputusan reproduksi (reproductive decision making)
•Kesetaraan pria dan wanita (equality and equity for men and women)
•Keamanan reproduksi dan seksual (sexual and reproductive security) Adapun definisi tentang arti kesehatan reproduksi yang telah diterima secarainternasional yaitu : sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistim, fungsi-fungsi dan proses reproduksi. Selain itu juga disinggung hak produksi yang didasarkan pada pengakuan hak asasi manusia bagi setiap pasangan atau individu untuk menentukan secara bebas dan bertanggung jawab mengenai jumlah anak, penjarakan anak, dan menentukan kelahiran anak mereka.
2.2 Konsep Pemikiran Tentang Kesehatan Reproduksi Wanita
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mempertinggi derajat kesehatan masyarakat. Demi tercapainya derajat kesehatan yang tinggi, maka wanita sebagai penerima kesehatan, anggota keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan harus berperan dalam keluarga, supaya anak tumbuh sehat sampai dewasa sebagai generasi muda. Oleh sebab itu wanita, seyogyanya diberi perhatian sebab :
1. Wanita menghadapi masalah kesehatan khusus yang tidak dihadapi pria berkaitan dengan fungsi reproduksinya.
2. Kesehatan wanita secara langsung mempengaruhi kesehatan anak yang dikandung dan dilahirkan.
3. Kesehatan wanita sering dilupakan dan ia hanya sebagai objek dengan mengatas namakan “pembangunan” seperti program KB, dan pengendalian jumlah penduduk.
4. Masalah kesehatan reproduksi wanita sudah menjadi agenda Intemasional diantaranya Indonesia menyepakati hasil-hasil Konferensi mengenai kesehatan reproduksi dan kependudukan (Beijing dan Kairo).
Berdasarkan pemikiran di atas kesehatan wanita merupakan aspek paling penting disebabkan pengaruhnya pada kesehatan anak-anak. Oleh sebab itu pada wanita diberi kebebasan dalam menentukan hal yang paling baik menurut dirinyasesuai dengan kebutuhannya di mana ia sendiri yang memutuskan atas tubuhnya sendiri.
2.3 Indikator Permasalahan Kesehatan Reproduksi Wanita.
Dalam pengertian kesehatan reproduksi secara lebih mendalam, bukan semata-mata sebagai pengertian klinis (kedokteran) saja tetapi juga mencakuppengertian sosial (masyarakat). Intinya goal kesehatan secara menyeluruh bahwa kualitas hidupnya sangat baik. Namun, kondisi sosial dan ekonomi terutama di negara-negara berkembang yang kualitas hidup dan kemiskinan memburuk, secaratidak langsung memperburuk pula kesehatan reproduksi wanita. Indikator-indikator permasalahan kesehatan reproduksi wanita di Indonesia antara lain:
1. Jender,
adalah peran masing-masing pria dan wanita berdasarkan jenis kelamin menurut budaya yang berbeda-beda. Jender sebagai suatu kontruksi social mempengaruhi tingkat kesehatan, dan karena peran jender berbeda dalam konteks cross cultural berarti tingkat kesehatan wanita juga berbeda-beda.
2. Kemiskinan,
antara lain mengakibatkan:
•Makanan yang tidak cukup atau makanan yang kurang gizi
•Persediaan air yang kurang, sanitasi yang jelek dan perumahan yang tidak layak.
•Tidak mendapatkan pelayanan yang baik.
3. Pendidikan yang rendah.
Kemiskinan mempengaruhi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Kesempatan untuk sekolah tidak sama untuk semua tetapi tergantung dari kemampuan membiayai. Dalam situasi kesulitan biaya biasanya anak laki-laki lebih diutamakan karena laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga. Dalam hal ini bukan indikator kemiskinan saja yang berpengaruh tetapi juga jender berpengaruh pula terhadap pendidikan. Tingkat pendidikan ini mempengaruhi tingkat kesehatan. Orang yang berpendidikan biasanya mempunyai pengertian yang lebih besar terhadap masalah-masalah kesehatan dan pencegahannya. Minimal dengan mempunyai pendidikan yang memadai seseorang dapat mencari liang, merawat diri sendiri, dan ikut serta dalam mengambil keputusan dalam keluarga dan masyarakat.
4. Kawin muda
Di negara berkembang termasuk Indonesia kawin muda pada wanita masih banyak terjadi (biasanya di bawah usia 18 tahun). Hal ini banyak kebudayaan Yang menganggap kalau belum menikah di usia tertentu dianggap tidak laku. Ada juga karena faktor kemiskinan, orang tua cepat-cepat mengawinkan anaknya agar lepastanggung jawabnya dan diserahkan anak wanita tersebut kepada suaminya. Ini berarti wanita muda hamil mempunyai resiko tinggi pada saat persalinan. Disamping itu resiko tingkat kematian dua kali lebih besar dari wanita yang menikah di usia 20 tahunan. Dampak lain, mereka putus sekolah, pada akhirnya akan bergantung kepada suami baik dalam ekonomi dan pengambilan keputusan.
5. Kekurangan gizi dan Kesehatan yang buruk.
Menurut WHO di negara berkembang terrnasuk Indonesia diperkirakan 450 juta wanita tumbuh tidak sempurna karena kurang gizi pada masa kanak-kanak, akibat kemiskinan. Jika pun berkecukupan, budaya menentukan bahwa suami dan anak laki-laki mendapat porsi yang banyak dan terbaik dan terakhir sang ibu memakan sisa yang ada. Wanita sejak ia mengalami menstruasi akan membutuhkan gizi yang lebih banyak dari pria untuk mengganti darah yang keluar. Zat yang sangat dibutuhkan adalah zat besi yaitu 3 kali lebih besar dari kebutuhan pria. Di samping itu wanita juga membutuhkan zat yodium lebih banyak dari pria, kekurangan zat iniakan menyebabkan gondok yang membahayakan perkembangan janin baik fisik maupun mental. Wanita juga sangat rawan terhadap beberapa penyakit, termasuk penyakit menular seksual, karena pekerjaan mereka atau tubuh mereka yang berbeda dengan pria. Salah satu situasi yang rawan adalah, pekerjaan wanita yang selalu berhubungan dengan air, misalnya mencuci, memasak, dan sebagainya. Seperti diketahui air adalah media yang cukup berbahaya dalam penularan bakteri penyakit.
6. Beban Kerja yang berat.
Wanita bekerja jauh lebih lama dari pada pria, berbagai penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia rata-rata wanita bekerja 3 jam lebih lama. Akibatnya wanita mempunyai sedikit waktu istirahat, lebih lanjut terjadinya kelelahan kronis, stress, dan sebagainya. Kesehatan wanita tidak hanya dipengaruhi oleh waktu kerja, tetapi juga jenis pekerjaan yang berat, kotor dan monoton bahkan membahayakan. DiIndia banyak kasus keguguran atau kelahiran sebelum waktunya pada musim panen karena wanita terus-terusan bekerja keras. Dibidang pertanian baik pria maupunwanita dapat terserang efek dari zat kimia (peptisida), tetapi akan lebih berbahaya jika wanita dalam keadaan hamil, karena akan berpengaruh terhadap janin dalam kandungannya. Resiko-resiko yang harus dialami bila wanita bekerja di industri-industri misalnya panas yang berlebihlebihan, berisik, dan cahaya yang menyilaukan, bahan kimia, atau radiasi. Peran jender yang menganggap status wanita yang rendah berakumulasi dengan indikator-indikator lain seperti kemiskinan, pendidikan, kawin muda dan beban kerja yang berat mengakibatkan wanita juga kekurangan waktu, informasi, untuk memperhatikan kesehatan reproduksinya.
2.4 Wanita Di Tempat Kerja
Kesehatan reproduksi menjadi cukup serius sepanjang hidup, terutama bagi perempuan, selain karena rawan terpapar penyakit, juga berhubungan dengankehidupan sosialnya, misalnya kurangnya pendldikan yang cukup, kawin muda, kematian ibu, masalah kesehatan reproduksi perempuan, masalah kesehatan kerja, menopause, dan masalah gizi (Baso dan Raharjo, 1999). Sebagaian besar perempuan bekerja keras setiap hari, memasak, membersihkan rumah demi kelangsungan hidup keluarga. Namun jika perempuan juga bekerja di luar rumah (mencari penghasilan), maka beban kerjanya menjadi rangkap. Beban kerja yang terlalu berat membuat seorang perempuan mengalami kecapekan dan mudah terserang penyakit. Terlebih lagi bila seorang perempuan tidak punya cukup waktu untuk istirahat dan tidak memperoleh cukup perhatian akan kondisi kesehatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengkaji karakteristik wanita.
2. Mengkaji aktivitas kerja yang dilakukan oleh wanita yang bekerja di sektor.
3. Mengkaji aktivitas kerja yang dilakukan oleh wanita yang bekerja di sektor informal.
4. Mengkaji kondisi kesehatan reproduksi.
5. Mengkaji aktivitas kerja dan kondisi kesehatan reproduksi wanita. yang bekerja di sektor informal.
Hasil penelitian ini menunjukkan: sebagian besar responden berada pada kelompok usia 40-49 tahun. Sebagian besar telah tamat SMP. Dilihat dan aktivitas kerja sahagian besar responden 54,5% bekerja salama 7 hari/minggu. Dalam 1 hari sebagian besar bekerja kurang dari 6 jam sehari.\ Dalam kaitan dengan kesehatan reproduksi usia pertaama kali menikah sebagian besar berusia 15-20 tahun dan 78,8% responden mempunyai anak setelah pernikahan. Hal ini menunjukkan tingkat kesuburan dari responden. Hasil penelitian juga menunjukkan sebagian kecil responden belum mempunyai anak (belum pernah hamil dan mengalami keguguran). Dalam kaitan dengan pengaturan kehamilan sebagian besar tidak melakukan pengaturan terhadap kehamilan dan jumlah anak yang diinginkan. Kondisi ini dapat dimungkinkan antara lain kesempatan bekerja di luar rumah membuat responden mempunyai otonomi yang besar dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Sedangkan bagi responden yang mengatur kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi maka jenis kontrasepsi modern menjadi pilihannya baik atas pertimbangan sendiri maupun atas pertimbangan suami istri. Askes pelayanan KB maupun kesehatan reproduksi sebagaian besar pergi ke tempat pelayanan kesehatan. Sebagaian besar responden mengaku menstruasi pertama kali setelah usia lebih 12 tahun dan sebagian besar tidak mengalami sakit saat menstruasi dengan siklusantara 21-35 hari. Kondisi kesehatan reproduksi di tempat kerja menunjukkan belum banyak responden yang mendapatkan hak reproduksi sehat (cuti haid, kelahiran, dan pemberian ASI. Sedangkan aktivitas kerja di luar rumah tampak masih ada yang belum mempunyai anak. Untuk memelihara kesehatan manusia memerlukan kerja dan istirahat yang cukup sehingga tidak mudah sakit terutama yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.
Dalam studi yang dilakukan di Finlandia antara tahun 1985 dan 1990, dimana para peneliti telah mensurvei lebih dari 6.000 pegawai negeri pria maupun wanita di Inggris yang tidak mengalami penyakit jantung koroner mengenai berapa jauh adil atau tidaknya perlakuan yang mereka terima dalam pekerjaan mereka, memperoleh fakta bahwa pada kenyataannya yang merasakan bahwa mereka diperlakukan secara adil jumlahnya 30 % lebih kecil dari para pekerja yang secara konsisten menyatakan dirinya mengalami ketidak adilan di tempat kerjanya.
Hanya mereka yang merasakan bahwa atasan mereka menghargai pandangan mereka, memperlakukan mereka dengan jujur, serta selalu menyertakan mereka dalam mengambil keputusanlah yang menyatakan tempat mereka bekerja adalah adil.
Sedang menurut Bruce Rabin, MD, PhD, seorang profesor bagian patologi dan psikiatri dari Universitas Pittsburgh Medical Center, tempat bekerja seseorang harus memiliki nilai yang positip bagi para pekerjanya.
Karena, jika seorang pekerja merasakan bahwa kehadirannya kurang dihargai, dan idenya cenderung diremehkan, maka pekerja tersebut akan mengalami resiko untuk mendapat penyakit jantung. Padahal tempat kerja seharus bahkan merupakan sesuatu yang penting nilainya bagi pekerjanya karena mampu menunjang kehidupannya sehingga menyelamatkan dirinya dari gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh stress.
Reaksi terhadap sikap teman sekerja
Para pekerja yang bereaksi terhadap hubungan interpersonal mereka yang buruk di tempat bekerjanya akibat sikap rekan sekerjanya yang menurut penilaiannya pasif atau bahkan terlalu agresif atau sikap dari atasannya yang tidak memuaskan, dapat menciptakan dampak dramatis yang akan memunculkan tingkat stres berikutnya.
Menurut Len Tuzman, DSW, seorang pakar dalam bidang stress management, ada orang-orang yang rentan sekali terhadap stress. Yaitu orang-orang yang selalu mengalami kesulitan dalam mengatur kehidupannya sehari-har serta kurang mampu dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi olehnya, hingga cenderung untuk memiliki tingkat kecemasan tinggi dan selalu hidup didalam ketidak pastian.
Bagaimana stress berdampak pada kesehatan.
Kita merasakan stress, dalam diri kita akan terjadi peningkatan konsentrasi hormon stres pada darah, yaitu peningkatan kadar kortisol serta norepinephrine.
Setiap orang pada dasarnya memiliki kerentanan organ yang berbeda terhadapnya, sehingga ada yang meresponnya sebagai rasa panik, dan ada juga yang merasakan sakit kepala oleh karenanya," kata John Garrison, PhD, direktur dari program manajemen stres pada Lahey Clinic di Burlington.
Stress juga dapat menyebabkan berbagai dampak pada kesehatan, misalnya menyulitkan dalam mengendalikan diabetes karena menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah sebagai respon dari tubuh dalam meningkatkan jumlah energi untuk mengatasi stres.
Stres dan Peningkatan Kadar Kolesterol
Cepat atau lambat, stres bahkan akan meningkatkan kadar kolesterol. Para peneliti Inggris yang mengevaluasi reaksi stres yang dialami oleh 199 orang pria dan wanita yang sehat telah menemukan kenyataan bahwa pada para peserta yang cepat bereaksi terhadap situasi yang emosional secara langsung pada dirinya terjadi peningkatan yang signifikan pada kadar kolesterol dalam darahnya.
Hal ini, mungkin merupakan sesuatu yang diakibatkan oleh karena stress memicu terjadinya peradangan pada tubuh yang mengakibatkan adanya peningkatan dalam produksi lipid (lemak).
Stres yang mempengaruhi kesehatan tidak sepenuhnya diakibatkan oleh reaksi fisiologis.
Stres juga akan mempengaruhi perilaku, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kesehatan. Kita tidak bisa dengan mudah menghindari seseorang yang membuat kita bermasalah. Karena itu manfaatkanlah hal tersebut untuk mempelajari bagaimana kita melihatnya dari sudut pandang yang lain dalam berinteraksi dengan mereka.
Cara Mengatasi Situasi Yang Menimbulkan Stres
Perbaiki hubungan dengan atasan dengan menghargai walau sekecil apapun dukungan yang telah diberikan oleh atasan. Belajarlah untuk membuat sebuah hubungan kerja. Jadi, jika tidak memiliki hubungan dengan seseorang usahakan untuk dapat menciptakannya. Belajarlah memahami serta mengevaluasi gaya rekan kerja. Berolahragalah sesuai kemampuan.
Lakukan teknik relaksasi yang disukai dari tehnik-tehnik yang tradisional hingga Tai Chi maupun meditasi untuk dapatmenemukan keseimbangan.
2.5 Pandangan Masyarakat terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita.
Dalam diskusi kelompok terarah (DKT) yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi wanita, sebenarnya pandangan masyarakat terhadap hal tersebut. Kesehatan alat reproduksi sebenarnya bukanlah penting menurut mereka. Juga sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa peristiwa mulai dari haid sampai perkawinan, hamil, melahirkan atau segala yang berkaitan dengan alat kelamin wanita adalah peristiwa alamiah dan tidak perlu dibesar-besarkan. Pandangan yang telah berurat berakar baik pada kelompok wanita dan masyarakat tidak terlepas dari peran jender wanita yang disosialisasikan bahwa wanita haru mendahulukan kepentingan-kepentingan di luar dirinya, dan bahkan sering mengabaikan kesehatannya sendiri. Definisi sehat dan sakit dalam pengertian masyarakat desa berbeda dengan pengertian medis. Pengertian medis yang menyatakan sakit adalah terganggunya salah satu organ tubuh dalam menjalankan fungsinya, dianggap masyarakat bukanlah sakit sepanjang masih dapat berjalan dan melakukan kegiatan seperti biasa. Berkaitandengan kesehatan reproduksi wanita, masyarakat beranggapan bahwa hal tersebut merupakan masalah “pribadi” yang bersangkutan.
Akibatnya banyak wanita jika mengalami penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya berusaha mengatasi sendiri, misalnya dengan obat tradisional atau jamu. Padahal masalahnya tidak sesederhana itu, jika penyakitnya sudah parah barulah mereka mencari pertolongan dokter, atau bidan. Hal lain yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita, adalah mengenai kegiatan ber-KB. Masyarakat termasuk wanita yang .berusia subur beranggapan bahwa yang ber-KB adalah wanita. Meskipun laki-laki pun dapat ber-KB misalnya dengan metode vasektomi, tetapi baik wanita maupun laki-laki sama-sama keberatan. Alasan wanita adalah suami adalah tulang punggung keluarga dalam rnencari ekonomi rumah tangga. Jika terjadi apa-apa (misalnya suami sakit gara-gara ber-KB), siapa yang menangung biaya rumah tangga? Dalam hal ini wanita “mengalah” membiarkan dirinya ber-KB, meskipun kadangkala kesehatan tidak mengizinkan atau alat kontrasepsi sering tidak cocok. Alasan bagi laki-laki enggan ber-KB adalah dengan mendengar “issue” mereka akan mengalami kehilangan gairah seksual. Dengan asumsi seperti ini memang sukar menghilangkan “dogma” tersebut dalam pandangan lain yang sehubungan dengan kesehatan reproduksi wanita adanya sebaiknya dalam memeriksa adalah dokter, bidan atau petugas sesame wanita juga. Sebagian responden mengakui bahwa suami mereka menghendaki jika istri mereka terpaksa berobat ke puskesmas atau rumah sakit, terlebih dahulu cari dokter, bidan atau petugas kesehatan sesama wanita. Alasannya sangat janggal kalau alat reproduksi wanita “dilihat” oleh orang lain apalagi laki-laki lain. Kalau melahirkan masih dapat dimaafkan, tetapi kalau sekedar berobat atau memeriksa kehamilan sebaiknya dengan petugas sesama wanita.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan Konferensi Wanita sedunia ke IV di Beijing pada tahun 1995 dan Koperensi Kependudukan dan Pembangunan di Cairo tahun 1994 sudah disepakati perihal hak-hak reproduksi tersebut.
3.2 Saran
Disarankan perlunya upaya penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi pada kelompok-kelompok tertentu yaitu wanita yang berkerja di sektor informal.
Curahan Hati Sang Anak
“SURAT DARI ANAK YANG DI ABORSI”
Assalamu alaikum Wr.Wb.......
Teruntuk bundaku tersayang ....
Dearr bunda ,,,
Bagaimana kabar bunda hari ini ??? Semoga bunda baik-baik saja... Nanda juga disini baik-baik saja bunda. Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda...
Bunda,,, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya,, nanda diam walaupun hanya sesaat...
Bunda sebenarnya nanda ingin tinggal lebih lama dirahim bunda,, suatu ruang yang kata Allah adalah ruang paling aman didunia ini. Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda. Jadi sebagai anak yang baik,, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu waktu bunda meluruhkan nanda,, sakit benget Bunda. Badan rasanya seperti tercabik-cabik,, dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikkan. Apalagi hati nanda,, nyeri,, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan diinginkan...
Tapi nanda tidak kecewa kok bunda,, karena dengan begitu bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah,, bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang dalam Syurga-Nya ...
Bunda,,, nanda mau cerita,, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah ,, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian disini ??? Apa bunda tidak sayang sama nanda ??? bunda ingin mencium nanda ??? Atau jangan-jangan nanti karena nanda rewel dan suka mengompol sembarangan ???
Lalu Allah bilang,, Bunda kamu malu. Nanda berkata,, kenapa Bunda malu ??? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram. Anak haram itu apa ya Allah ??? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah. Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah,,, Ya Allah bukannya setiap anak itu pasti mempunya Ayah dan Ibu??? Kecuali Nabi Adam dan Nabi Isa??? Allah yang maha tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang sah yang Allah ridhai... Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.
Bunda,,, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah,, walaupun dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanya sama aja,, pernikahan itu apa sih??? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah??? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram??? Mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda??? Dan mengapa bunda tidak memberikan nanda kesempatan untuk hidup didunia dan berbakti kepada bunda???
Maaf yaa bunda nanda bawel banget. Nanti saja nanda tanyakan kepada bunda kalau kita bertemu....
Oh yaaa bunda,,, suatu hari malaikat pernah mengajak nanda jalan-jalan ke suatu tempat. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di Syurga. Ditempat itu banyak orang yang dibakar pakai api loh bunda,, minumnya juga pakai nanah dan makanannya buah-buahan aneh,, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar seperti sate gitu,, pokoknya serem banget deh bunda ....
Kemudian tiba-tiba malaikat berkata sama nanda,, “nak kalau tiba-tiba bunda dan ayahmu tidak bertaubat,, kelak disitulah tempat mereka.. disitulah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya..” Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah tidak dimasukkan ketempat itu... Nanda sayang bunda,, nanda kangen bunda,, nanda ingin ketemu bunda... Nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan ingin kita tinggal bersama di Surga... Nanda takut bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...
Lalu dengan lembut malaikat berkata “Nak kata Allah,, kalau kamu sayang ,, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di Surga bersamamu,, tulislah surat untuk mereka. Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di Surga dan ingin mereka ikut. Ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa dineraka seperti orang-orang itu...”
Saat mendengar itu,,, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda . Karena Allah itu baik banget bunda .. Allah akan memaafkan semua kesalah makhluk-Nya asalkan mereka mau bertaubat ,,, Bunda taubat yaaaahhh ??? Ajak ayah juga,, nanti biar kita kumpul bareng disini. Nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh,, nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda. Soalnya kata Allah disana panas bangeeeeetttt bunda,, antriannya juga panjang. Semua orang sejak jaman Nabi Adam kumpul disitu. Tapi bunda jangan khawatir,,, Allah janji,, walaupun rame kalau bunda dan ayah benar-benar taubat dan berjanji menjadi orang baik,, pasti nanda akan bertemu kalian ....
Bunda kasih kesempatan buat nanda yaaa,, biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua... nanda juga mohon sama bunda,, jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama seperti nanda. Biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketertiadaan itu ...
Tolong yaaahh bunda,, kasih adik-adik nanda kesempatan untuk hidup didunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak....
Sudah dulu yaa bunda,, nanda mau main-main dulu Surga. Nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda disini ....
Nanda sayang banget sama bunda ....
Mmmuuuuuaaaacccchhhhh ........
NB : Untuk kalian yang mempunyai Ayah dan Bunda,, jangan sia-siakan hidup mu... Selagi kalian masih bisa dan mampu berbaktilah,,
itu adalah hal terindah yang pernah kalian lakukan selama kalian hidup .... dan untuk ayah dan bunda,, jika kami sebagai anak tidaklah menjadi seperti yang kalian inginkan,, maafkanlah kami.. tapi kami berharap bahwa kalian juga tidak menyia-nyiakan kami.. seburuk-buruknya kami,, kami adalah titipan dari Allah yang diperuntukkan untuk kalian didik ... jadikan kami permata hati kalian ... kami menyayangi kalian Ayah dan Bunda ...
Love fairy Topia (Nymp'h)
Dream land ..
Assalamu alaikum Wr.Wb.......
Teruntuk bundaku tersayang ....
Dearr bunda ,,,
Bagaimana kabar bunda hari ini ??? Semoga bunda baik-baik saja... Nanda juga disini baik-baik saja bunda. Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda...
Bunda,,, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya,, nanda diam walaupun hanya sesaat...
Bunda sebenarnya nanda ingin tinggal lebih lama dirahim bunda,, suatu ruang yang kata Allah adalah ruang paling aman didunia ini. Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda. Jadi sebagai anak yang baik,, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu waktu bunda meluruhkan nanda,, sakit benget Bunda. Badan rasanya seperti tercabik-cabik,, dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikkan. Apalagi hati nanda,, nyeri,, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan diinginkan...
Tapi nanda tidak kecewa kok bunda,, karena dengan begitu bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah,, bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang dalam Syurga-Nya ...
Bunda,,, nanda mau cerita,, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah ,, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian disini ??? Apa bunda tidak sayang sama nanda ??? bunda ingin mencium nanda ??? Atau jangan-jangan nanti karena nanda rewel dan suka mengompol sembarangan ???
Lalu Allah bilang,, Bunda kamu malu. Nanda berkata,, kenapa Bunda malu ??? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram. Anak haram itu apa ya Allah ??? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah. Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah,,, Ya Allah bukannya setiap anak itu pasti mempunya Ayah dan Ibu??? Kecuali Nabi Adam dan Nabi Isa??? Allah yang maha tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang sah yang Allah ridhai... Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.
Bunda,,, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah,, walaupun dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanya sama aja,, pernikahan itu apa sih??? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah??? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram??? Mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda??? Dan mengapa bunda tidak memberikan nanda kesempatan untuk hidup didunia dan berbakti kepada bunda???
Maaf yaa bunda nanda bawel banget. Nanti saja nanda tanyakan kepada bunda kalau kita bertemu....
Oh yaaa bunda,,, suatu hari malaikat pernah mengajak nanda jalan-jalan ke suatu tempat. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di Syurga. Ditempat itu banyak orang yang dibakar pakai api loh bunda,, minumnya juga pakai nanah dan makanannya buah-buahan aneh,, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar seperti sate gitu,, pokoknya serem banget deh bunda ....
Kemudian tiba-tiba malaikat berkata sama nanda,, “nak kalau tiba-tiba bunda dan ayahmu tidak bertaubat,, kelak disitulah tempat mereka.. disitulah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya..” Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah tidak dimasukkan ketempat itu... Nanda sayang bunda,, nanda kangen bunda,, nanda ingin ketemu bunda... Nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan ingin kita tinggal bersama di Surga... Nanda takut bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...
Lalu dengan lembut malaikat berkata “Nak kata Allah,, kalau kamu sayang ,, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di Surga bersamamu,, tulislah surat untuk mereka. Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di Surga dan ingin mereka ikut. Ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa dineraka seperti orang-orang itu...”
Saat mendengar itu,,, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda . Karena Allah itu baik banget bunda .. Allah akan memaafkan semua kesalah makhluk-Nya asalkan mereka mau bertaubat ,,, Bunda taubat yaaaahhh ??? Ajak ayah juga,, nanti biar kita kumpul bareng disini. Nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh,, nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda. Soalnya kata Allah disana panas bangeeeeetttt bunda,, antriannya juga panjang. Semua orang sejak jaman Nabi Adam kumpul disitu. Tapi bunda jangan khawatir,,, Allah janji,, walaupun rame kalau bunda dan ayah benar-benar taubat dan berjanji menjadi orang baik,, pasti nanda akan bertemu kalian ....
Bunda kasih kesempatan buat nanda yaaa,, biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua... nanda juga mohon sama bunda,, jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama seperti nanda. Biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketertiadaan itu ...
Tolong yaaahh bunda,, kasih adik-adik nanda kesempatan untuk hidup didunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak....
Sudah dulu yaa bunda,, nanda mau main-main dulu Surga. Nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda disini ....
Nanda sayang banget sama bunda ....
Mmmuuuuuaaaacccchhhhh ........
NB : Untuk kalian yang mempunyai Ayah dan Bunda,, jangan sia-siakan hidup mu... Selagi kalian masih bisa dan mampu berbaktilah,,
itu adalah hal terindah yang pernah kalian lakukan selama kalian hidup .... dan untuk ayah dan bunda,, jika kami sebagai anak tidaklah menjadi seperti yang kalian inginkan,, maafkanlah kami.. tapi kami berharap bahwa kalian juga tidak menyia-nyiakan kami.. seburuk-buruknya kami,, kami adalah titipan dari Allah yang diperuntukkan untuk kalian didik ... jadikan kami permata hati kalian ... kami menyayangi kalian Ayah dan Bunda ...
Love fairy Topia (Nymp'h)
Dream land ..
Selasa, 23 Agustus 2011
ALAT-ALAT KESEHATAN YANG TERKAIT DENGAN FISIKA
NAMA : PUSPITA SARI
TUGAS : FSISIKA KESEHATAN
NIM : P10.752
AKADEMI KEBIDANAN PELITA IBU KENDARI
KAJIAN TEORI
A. ULTRASONOGRAFI (USG)
1. Definisi USG
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
2. Kegunaan USG
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
Ultrasonografi medis digunakan dalam:
• Kardiologi
• Endokrinologi
• Gastroenterologi
• Ginekologi;
• Obstetrik;
• Ophthalmologi;
• Urologi
• Intravascular ultrasound
• Contrast enhanced ultrasound
Manfaat USG pada obstetric yaitu :
Pada kehamilan trimester 1 :
Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi.
Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya kelainan atau cacat bawaan .
Meyakinkan adanya kehamilan .
Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda, misalnya kehamilan ektopik.
Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil, misalnya IUD.
Menentukan lokasi janin, didalam kandungan atau diluar rahim.
Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin.
Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar.
Pada kehamilan trimester II & III :
Untuk menilai jumlah air ketuban. Yaitu bila pertumbuhan terlalu cepat disebabkan oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan.
Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya perkembangan janin.
Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran prematur. Pertumbuhan janin normal atau tidak.
Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktifitasnya, gerak nafas, banyaknya cairan amnion, dsb.
Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali pusar sebelum persalinan.
3. Sop Ultrasonografi (USG)
1. Persiapan Infeksi
Cuci tangan sebelum dan setelah kontak langsung dengan pasien, setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, dan setelah melepas sarung tangan, telah terbukti dapat mencegah penyebaran infeksi. Risiko penularan dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, sedang, dan ringan.
2. Persiapan alat
• Pesawat USG
• Tranduser
• Printer dan film thermal
• Jelly
• Kertas tissue
• Mesin USG diletakkan disebelah kanan tempat tidur pasien.
3. Persiapan pasien
• Untuk pemeriksaan abdomen atas pasien diharuskan puasa 6-8 jam sebelum pemeriksaan agar saat pemeriksaan organ tidak tertumpuk dengan feces.
• Untuk pemeriksaan abdomen bawah kasus-kasus obgyn pasien diharuskan minum banyak dan menahan kencing agar vesica urinaria penuh dan akan mendesak massa usus keluar dari rongga pelvis dan mengubah kedudukan uterus kedalam posisi aksial sehingga akan mempermudah pemeriksaan organ genitalia interna.
4. Persiapan pemeriksa
Pemeriksa diharapkan memeriksa dengan teliti surat pengajuan pemeriksaan USG, apa indikasinya dan apakah perlu didahulukan karena bersifat darurat gawat, misalnya pasien dengan kecurigaan kehamilan ektopik. Tanyakan apakah ia seorang nyonya atau nona, terutama bila akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal.
Selanjutnya cocokkan identitas pasien, keluhan klinis dan pemeriksaan fisik yang ada kemudian berikan penjelesan dan ajukan persetujuan lisan terhadap tindak medik yang akan dilakukan.
5. Pelaksanaan
• Informed consent
• Cuci tangan dan gunakan hanscoen DTT
• Pesawat USG dinyalakan
• Pasien disuruh berbaring telentang
• Dilakukan pendataan pada pasien pada monitor
• Lepas pakaian pasien.
• Organ yang akan di USG diberi jelly dan sken juga diberi jelly.
• Lakukan tindakan pemeriksaan (melakukan Scanning/pengambilan gambar) dengan cara transduser dipegang oleh tangan yang terdekat dengan tubuh pasien.
• Letakkan transduser pada abdomen untuk menemukan obyek.
• Setelah obyek ditemukan kemudian tekan tombol FREEZE.
• Lakukan pengukuran obyek dengan menekan tombol TRACK BALL/CLIPPER dan beri keterangan label.
• Setelah itu organ abdomen didokumentasikan (dicetak di film polaroid).
• Pemeriksaan selesai, beritahu pasien bahwa tindakan telah selesai.
• Rapikan pasien, bersihkan Probe dan rapikan alat.
• Cuci tangan.
B. SUCTION PUMP
1. Definisi Suction Pump
Suction Pump adalah suatu alat yang yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia. Suction pump adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk menghisap cairan yang tidak berguna atau partikel padat pada tubuh manusia kesebuah wadah pengumpul. Hampir semua ruang operasi pada Rumah Sakit menggunakan Suction Pump, maka alat tersebut harus mempunyai keakuratan yang tinggi. Kenyataan sekarang ini pada saat melakukan operasi bedah, daya hisap Suction Pump ini sering tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, sehingga bisa jadi salah satu penghambat, dalam proses operasi. Oleh karena itu kalibrasi terhadap Suction Pump sangat diperlukan supaya hasil keluaran dari alat tersebut mempunyai keakurasian yang baik. Untuk mengetahui kelayakan Suction Pump, dapat dilakukan dengan menganalisa hasil kalibrasi yang akan mendapat nilai ketidakpastian dan nilai koreks. Dari perhitungan tersebut di dapatkan nilai koreksi -1,8 mmHg sampai dengan 1,2 mmHg. dengan kesalahan relatif 0.0% sampai dengan 4,2% (Kesalahan maksimal yang diijinkan + 10 % sesuai dengan ECRI No. 433-0595) sehingga masih layak digunakan alat tersebur. Dari perhitungan diharapkan rumah sakit menggunakan Suction pump yang mempunyai resolusi alat yang lebih kecil. Agar perhitungan ketidakpastian semakin kecil.
Nama lain dari Suction Pump adalah:
- Vacum regulator
- Suction contrrollers
- Slym zuiger
- Alat hisap
2. Komponen alat
- Motor
- Botol penampung cairan
- Selang
- Suction regulator
- Manometer
- Over Flow Protection / Pelampung (pengaman cairan lebih)
- Foot switch
3. Prinsip Kerja
Motor suction adalah sebuah motor listrik, biasanya hanya bekerja pada satu tegangan, yaitu tegangan 110 V atau 220 V, Rpm 145, 50/60 Hz, maka ketika pemilihan motor dilakukan itu harus sesuai dengan besarnya tegangan yang ada yang didalam rangkaiannya dapat kita temukan sebuah capasitor yang memiliki fungsi sebagai starting capasitor.
Penghisap pada bagian ini ada 2 jenis, yaitu:
1) Jenis Centrifugal Rotary yaitu penghisap terdiri dari: beberapa kipas (pisau) yang berada dalam rumah penghisap dan dihubungkan dengan motor (bagian yang berputar pada elektromotor). Pada rumah penghisap bagiaan luar terdapat dua katup (lubang hisap dan lubang tiup) serta lubang pembuangan oli. Oli merupakan pelumas dan pendingin pafa bagian kipas. Manometer yaitu alar yang digunakan untuk mengetahui samapai seberapa kuat penghisap bekerja. Skala 0-800 mmHg
2) Jenis membran terdiri dari: Stang kedudukan, karet membran kedudukan katup, katup hisap dan katup tekan, tutup/rumah penghisap yang mempunyai katup/lubang hisap dan lubang tekan.
Kekuatan daya hisapnya dikontrol dengan menggunakan regulator, ini biasanya diatur saat ssuction kita pakai untuk kondisi hisapan yang berbedaa-beda, ketika cairan terlalu kental maka regulator kita atur dengan kemampuan hisap yang lebih besar sedang untuk kondisi cairan yang lebih encer maka sebaliknya.
Botol vacum, fungsi dari botol vacum adalah untuk memberikan kevakuman udara pada saat digunakan. Pada alat ada yang dapat berfungsi hanya dengan satu buah botol, tetapi akan lebih baik jika menggunakan dua botol, padaa botol akan dilengkapi dengan tutup botol dan disan terdapat dua lubang. Selain itu asesoris lain yang digunakan adalah suction / slang untuk vacum yang besarnya disesuaikan dengan lubang proft daan panjangnya disesuaaikan antara jarak penghisap daan botol.
Suction pump banyak digunakan pada kegiatan operasi di ruang bedah, yaitu untuk menghisap darah yang keluar dari pasien, sedangkan diruang perawatan untuk menghisap lendir dalam mulut dan tenggorokan.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Tegangan
- Daya hisap maksimum
- Pembacaan meter
- Botol penampung
- Over Flow Protection
- Seal penutup botol
- Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal
C. RONTGEN
1. Sejarah Sinar – X
Wilhelm Conrad Röntgen (27 Maret 1845 – 10 Februari 1923) ialah fisikawan Jerman yang merupakan penerima pertama Penghargaan Nobel dalam Fisika, pada tahun 1901, untuk penemuannya pada sinar-X, yang menandai dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik.
Rontgen belajar di ETH Zurich dan kemudian menjadi guru besar fisika di Universitas Strasbourg (1876-79), Giessen (1879-88), Wurzburg (1888-1900), dan Munich (1900-20). Penelitiannya juga termasuk karya pada elastisitas, gerak pipa rambut pada fluida, panas gas tertentu, konduksi panas pada kristal, penyerapan panas oleh gas, dan piezoelektrisitas.
Pada tahun 1895, saat mengadakan percobaan dengan aliran arus listrik dalam tabung gelas yang dikosongkan sebagian (tabung sinar katode), Rontgen mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa saat sinar katode (elektron) menembus dinding gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi ruangan, menembus bahan kimia, dan menyebabkan fluoresensi. Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan aluminum, di antara bahan lain, transparan pada bentuk baru radiasi ini.
Ia menemukan bahwa itu mempengaruhi plat fotografi, dan, sejak tidak secara nyata menunjukkan beberapa sifat cahaya, seperti refleksi atau refraksi, secara salah ia berpikir bahwa sinar itu tak berhubungan pada cahaya. Dalam pandangan pada sifat tak pasti itu, ia menyebut fenomena radiasi X, walau juga dikenal sebagai radiasi Rontgen. Ia mengambil fotografi sinar-X pertama, dari bagian dalam obyek logam dan tulang tangan istrinya.
2. Definisi Sinar X
Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.
Sinar-X merupakan suatu gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dari suatu tabung rontgen.
3. Kegunaan Sinar-X
Dalam ilmu kedokteran, sinar x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien. Biasanya, masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan ‘’FOTO RONTGEN’’. Selain bermanfaat, sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya, misalnya kanker. Oleh sebab itu para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai ‘’FOTO RONTGEN’’ secara berlebihan.
• Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh bahagian yang lebih tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X digunakan untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang patah dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan.
• Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah ini dikenal sebagai radioterapi.
Dalam bidang perindustrian, sinar-X boleh digunakan untuk :
• Mengesan kecacatan dalam struktur binaan atau bahagian-bahagian dalam mesin dan enjin.
• Menyiasat rekahan dalam paip logam, dinding konkrit dan dandang tekanan tinggi.
• Memeriksa retakan dalam struktur plastik dan getah.
• Sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur dan jarak pemisahan antara atom-atom dalam suatu bahan hablur.
4. Prinsip kerja X-Ray
Kebanyakan diagram tabung sinar-x memperlihatkan sinar-x sebagai bentukan pola segitiga yang teratur seperti yang dihasilkan pada tititk fokus. Hal ini memberikan tujuan yang baik dalam hal penekanan tentang kerja radiasi sinar-x diluar tabung. Tetapi radiasi sebenarnya tidak seperti itu. Sebenarnya, sinar-x itu seperti cahaya tampak yang dalam.
Penyebarannya dari sumber melalui suatu garis lurus yang menyebar ke segala arah kecuali dihentikan oleh bahan penyerap sinar-x. Karena alasan tersebut maka tabung sinar-x ditutup dalam satu rumah tabung logam yang mampu menghentikan sebagian besar radiasi sinar-x, hanya sinar-x yang berguna yang dibiarkan keluar dari tabung melalui sebuah jendela/window. Sinar-x yang berguna tadi disebut sebagai berkas primer. Berkas sinar yang terletak pada tengah garisnya ini disebut central ray.
Diperlukan pembangkitan tegangan yang tinggi di dalam tabung sinar-x agar dapat dihasilkan berkas sinar-x. Rangkaian listriknya dirancang sedemikian rupa sehingga kV-nya dapat diubah dalam rentang yang besar -biasanya 30 kV sampai 100 kV- atau lebih. Bila kV yang lebih rendah digunakan, maka sinar-x memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dan lebih mudah diserap sehingga disebut sebagai soft x-ray. Harus dipahami bahwa berkas sinar-x itu terdiri dari sinar dengan panjang gelombang yang berbeda. Radiasi yang dihasilkan pada rentang kV yang lebih tinggi akan memiliki energi yang lebih besar dan panjang gelombang yang lebih pendek.
5. Penahan Radiasi
Paparan sinar–X sedapat mungkin dibatasi dengan pajanan (exposure) radiasi timbal atau timah hitam, sehingga sinar–X tersebut tidak menyebar kemana-mana. Rancangan penahan radiasi sebaiknya dilakukan dengan cara mengukur langsung sehingga yakin tidak ada laju dosis yang melebihi ambang batas yang telah ditentukan, dan tidak hanya berdasarkan perhitungan saja.
Untuk sumber radiasi sangat tinggi dan pada jarak 1 meter dari sumber tersebut mempunyai laju dosis lebih dari 10 mSv per menit, maka perlu titik pengendalian yang terletak di luar dinding penahan sumber radiasi, sehingga pada titik pengendalian tersebut laju dosisnya tidak melebihi 2 mSv per jam.
6. Rancangan Dinding Ruang Sinar–X.
Tebal dinding beton atau timbal penahan utama (primary barrier) untuk beberapa sumber radiasi. Untuk sinar–X keperluan diagnostik di Rumah Sakit atau PUSKESMAS, memerlukan minimum timbal setebal 2 mm atau dinding beton setebal 15 cm dan untuk sinar–X industri bertegangan 250 kV memerlukan timbal 10 mm atau dinding beton setebal 50 cm. Penahan utama tersebut dirancang untuk laju dosis dengan penahan radiasi berkurang sebesar sepersepuluh dari laju dosis tanpa penahan radiasi atau disebut harga ketebalan sepersepuluh (Tenth Value Thickness, TVT). Dengan demikian, agar laju dosis berkurang seperseratusnya perlu penahan radiasi setebal dua TVT dan agar berkurang seperseribunya diperlukan penahan radiasi tiga TVT dan seterusnya.
Jika arah radiasi sinar-X terbatas hanya pada satu dinding saja, maka dinding tersebut dapat digunakan sebagai dinding penahan radiasi primer (primary shield wall), sedang dinding lainnya dapat lebih tipis dan disebut dinding penahan radiasi sekunder. Dengan penipisan pada dinding penahan radiasi sekunder, maka akan dapat menghemat biaya pembangunan pengungkung ruang sinar–X.
Karena pesawat sinar–X biasanya dioperasikan pada dasar atau diatas tanah, maka perlu mendapat perhatian daerah di atas dan di bawah ruangan sinar-X selain di sekeliling ruang sinar–X tersebut. Daerah-daerah tersebut harus ada tanda-tanda yang dapat dilihat dari ruang kontrol, sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak berada atau melewati daerah-daerah tersebut saat pesawat sinar-X dioperasikan.
Tanda-tanda untuk memberitahukan kepada khalayak di sekitar ruang sinar-X bahwa saat-saat tertentu pesawat tersebut dioperasikan, dapat digunakan dengan tanda cahaya atau tanda yang berbunyi, atau suara pemberitahuan. Khusus untuk pesawat sinar-X tanda-tanda peringatan tersebut harus beroperasi secara otomatis. Selain itu perlu penjelasan tertulis yang berkaitan dengan tanda-tanda peringatan tersebut. Misal sirene yang menyatakan pesawat sinar-X siap untuk dioperasikan, lampu berkedip-kedip berwarna merah yang menyatakan pesawat sinar-X sedang dioperasikan.
D. Elektrocardiografi (ECG)
1. Definisi EKG
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung. Elektrokardiografi merupakan pemantulan aktiifitas listrik dari serat-serat otot jantung secara goresan. Dalam perjalanan abad ini, perekaman EKG sebagai cara pemeriksaan tidak invasif, sudah tidak dapat lagi dihilangkan dari klinik.
2. Kegunaan EKG
Pada umumnya pemeriksaan EKG berguna untuk mengetahui :
• Aritmia.
• Fungsi alat pacu jantung.
• Gangguan konduksi interventrikuler.
• Pembesaran ruangan-ruangan jantung.
• Iskemik miokard.
• Penyakit perikard.
• Gangguan elektrolit.
Fungsi elektrokardiografi adalah untuk mendeteksi pulsa listrik yang dibangkitkan oleh jantung melalui titik-titik tertentu pada permukaan anggota tubuh manusia dengan menghubungkannya melalui electrode.
Elektrokardiografi bekerja berdasarkan adanya pulsa listrik jantung. Alat ini dirancang dengan menggunakan komponen yang sifatnya peka terhadap arus, tegangan maupun frekuensi, maka penempatan alat pada ruangan perlu mendapat perhatian.
3. Prinsip Kerja EKG
Pada dasarnya prinsip kerja alat EKG merupakan suatu penguat (amplifier) yang berfungsi untuk memperkuat potensial listrik jantung dengan satuan mili Volt sehingga dapat tergambar pada monitor atau terekam pada kertas grafik.
Hal-hal yang dapat diketahui dari pemeriksaan EKG adalah :
• Denyut dan irama jantung.
• Posisi jantung di dalam rongga dada.
• Penebalan otot jantung.
• Gangguan aliran darah di dalam jantung.
• Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
4. Sop elektrokardiografi (EKG)
1. Persiapan Alat
• Mesin EKG, yang dilengkapi :
1) kabel untuk sumber listrik
2) kabel untuk bumi (ground)
3) Kabel elektroda ekstremitas dan dada
• Plat elektroda ekstremitas beserta karet pengikat.
• Balon penghisap elektroda dada
• Jelly
• Kertas tissue
• Kapas Alkohol
• Kertas EKG
2. Persiapan Pasien dan Pelaksanaan
• Penjelasan (informed consent).
• Dinding dada harus terbuka dan tidak ada perhiasan logam yang melekat.
• Pasien diminta tenang atau tidak bergerak saat perekaman EKG.
Cara memasang EKG
Pasang semua komponen/kabel-kabel pada mesin EKG.
Nyalakan mesin EKG.
Baringkan pasien dengan tenang di tempat tidur yang luas. Tangan dan kaki tidak saling bersentuhan.
Bersihkan dada, kedua pergelangan kaki dan tangan dengan kapas alcohol (kalau perlu dada dan pergelangan kaki dicukur).
Keempat electrode ektremitas diberi jelly.
Pasang keempat elektrode ektremitas tersebut pada kedua pergelangan tangan dan kaki.
Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi elektrode V1 s/d V6.
• V1 di garis parasternal kanan sejajar dengan ICS 4.
• V2 di garis parasternal kiri sejajar dengan ICS 4.
• V3 di antara V2 dan V4.
• V4 di garis mid klavikula kiri sejajar ICS 5.
• V5 di garis aksila anterior kiri sejajar ICS 5.
• V6 di garis mid aksila kiri sejajar ICS 5, berwarna ungu.
Pasang elektrode dada dengan menekan karet penghisap.
Buat kalibrasi.
Rekam setiap lead 3-4 beat (gelombang), kalau perlu lead II panjang (minimal 6 beat).
Kalau perlu buat kalibrasi setelah selesai perekaman.
Semua electrode dilepas.
Jelly dibersihkan dari tubuh pasien.
Beritahu pasien bahwa perekaman sudah selesai.
Matikan mesin EKG.
Tulis pada hasil perekaman : nama, umur, jenis kelamin, jam, tanggal, bulan dan tahun pembuatan, nama masing-masing lead serta nama orang yang merekam.
Bersihkan dan rapikan alat
Perhatian :
Sebelum bekerja periksa kecepatan mesin 25 mm/detik dan voltase 10 mm. Jika kertas tidak cukup kaliberasi voltase diperkecil menjadi ½ kali atau 5 mm. Jika gambaran EKG kecil, kaliberasi voltase diperbesar menjadi 2 kali atau 20 mm.
Hindari gangguan listrik dan mekanik saat perekaman.
Saat merekam, operator harus menghadap pasien
Lead EKG
Terdapat 2 jenis lead :
1. Lead bipolar : merekam perbedaan potensial dari 2 elektrode.
• Lead I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan tangan kiri (LA) yang mana tangan kanan bermuatan (-) dan tangan kiri bermuatan (+).
• Lead II : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan kaki kiri (LF) yang mana tangan kanan bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+).
• Lead III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki kiri (LF) yang mana tangan kiri bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+).
2. Lead unipolar : merekam beda potensial lebih dari 2 elektode.
Dibagi 2 : lead unipolar ekstremitas dan lead unipolar prekordial
Lead unipolar ekstremitas.
• Lead aVR : merekam beda potensial pada tangan kanan (RA) dengan tangan kiri dan kaki kiri yang mana tangan kanan bermuatan (+).
• Lead aVL : merekam beda potensial pada tangan kiri (LA) dengan tangan kanan dan kaki kiri yang mana tangan kiri bermuatan (+).
• Lead aVF : merekam beda potensial pada kaki kiri (LF) dengan tangan kanan dan tangan kiri yang mana kaki kiri bermuatan (+)
Lead unipolar prekordial : merekam beda potensial lead di dada dengan ketiga lead ekstremitas. Yaitu V1 s/d V6
Kertas EKG
Kertas EKG merupakan kertas grafik yang terdiri dari garis horisontal dan vertikal berbentuk bujur sangkar dengan jarak 1 mm. Garis yang lebih tebal (kotak besar) terdapat pada setiap 5 mm. Garis horizontal menggambarkan waktu (detik) yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,04 detik, 5 mm (1 kotak besar) = 0,20 detik. Garis vertical menggambarkan voltase yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,1 mV.
Kurva EKG
Kurva EKG menggambarkan proses listrik yang terjadi di atrium dan ventrikel. Proses listrik terdiri dari :
• Depolarisasi atrium (tampak dari gelombang P)
• Repolarisasi atrium (tidak tampak di EKG karena bersamaan dengan depolarisasi ventrikel)
• Depolarisasi ventrikel (tampak dari kompleks QRS)
• Repolarisasi ventrikel (tampak dari segmen ST)
Kurva EKG normal terdiri dari gelombang P,Q,R,S dan T kadang-kadang tampak gelombang U.
E. DOPPLER
1. Definisi Doppler
Doppler merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan efek yang timbul akibat bergeraknya sumber bunyi atau bergeraknya pendengar.
2. Efek Doppler
Efek Doppler, dinamakan mengikuti tokoh fisika, Christian Andreas Doppler, adalah perubahan frekuensi atau panjang gelombang dari sebuah sumber gelombang yang diterima oleh pengamat, jika sumber suara/gelombang tersebut bergerak relatif terhadap pengamat/pendengar. Untuk gelombang yang umum dijumpai, seperti gelombang suara yang menjalar dalam medium udara, perhitungan dari perubahan frekuensi ini, memerlukan kecepatan pengamat dan kecepatan sumber relatif terhadap medium di mana gelombang itu disalurkan.
F. EKSTRAKSI VAKUM
1. Pengertian
Ekstraksi vakum merupakam tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Oleh karena itu, kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya, merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama. Tarikan pada kulit kepala bayi, dilakukan dengan membuat cengkraman yang dihasilkan dari aplikasi tekanan negatif (vakum). Mangkuk logam atau silastik akan memegang kulit kepala yang akibat tekanan vakum, menjadi kaput artifisial. Mangkuk dihubungkan dengan tuas penarik (yang dipegang oleh penolong persalinan), melalui seutas rantai. Ada 3 gaya yang bekerja pada prosedur ini, yaitu tekanan interauterin (oleh kontraksi) tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan) dan gaya tarik (ekstraksi vakum).
2. Sop Ekstraksi Vacum
i. Pengkajian Ulang dengan Syarat Khusus.
• Pembukaan lengkap atau hampir lengkap.
• Presentasi kepala.
• Cukup bulan (tidak prematur).
• Tidak ada kesempitan panggul.
• Anak hidup dan tidak gawat janin.
• Penurunan H III/III+ (Puskesmas H IV / dasar panggul).
• Kontraksi baik.
• Ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan
ii. Persiapan Sebelum Tindakan
• Pasien
• Cairan dan slang infus sudah terpasang, Perut bawah dan lipat paha sudah dibersihkan dengan air dan sabun.
• Uji fungsi dan perlengkapan perlatan ekstraksi vakum.
• Siapkan alas bokong, sarung kaki dan penutup perut bawah.
• Medikamentosa
• Oksigen
• Ergometrin
• Prokain 1%
• Larutkan antiseptik (Povidon lodin 10%)
• Oksigen dengan regulator
• Set partus : 1 set
• Vakum ekstraktor : 1 setc. Klem ovum : 2
• Cunam tampon : 1
• Tabung 5 ml dan jarum suntik No. 23 (sekali pakai) : 2
• Spekulum Sim’s atau L dan kateter karet : 2 dan 1
• Penolong (operator dan asisten)
• Baju kamar tindakan, pelapis plastik, masker dan kacamata pelindung : 3 set
• Sarung tangan DTT/steril : 4 pasang
• Alas kaki (sepatu/”boot” karet) : 3 pasang
• Lampu sorot : 1
• Monoaural stetoskop dan stetoskop, tensimeter : 1
iii. Tindakan
3. Instruksikan asisten untuk menyipakan ekstraktor vakum dan pastikan petugas dan persiapan untuk menolong bayi telah tersedia.
4. Lakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan terpenuhinya persyaratan ekstraksi vakum.
5. Bila penurunan kepala di atas H IV (0/5), rujuk ke Rumah Sakit.
6. Masukkan tangan ke dalam wadah yang mengandung larutan klorin 0,5%, bersihkan darah dan cairan tubuh yang melekat pada sarung tangan, lepaskan secara terbalik dan rendam dalam larutan tersebut.
7. Pakai sarung tangan DTT/Steril yang baru.
iv. Pemasangan Mangkok Vakum
• Masukkan mangkok vakum melalui introitus, pasangkan pada kepala bayi (perhatikan agar tepi mangkok tidak terpasang pada bagian yang tidak rata/moulage di daerah ubun-ubun kecil).
• Dengan jari tengah dan telunjuk, tahan mangkok pada posisisnya dan dengan jari tengah dan telunjuk tangan lain, lakukan pemeriksaan di sekeliling tepi mangkok untuk memastikan tidak ada bagian vagina atau porsio yang terjepit di antara mangkok dan kepala.
• Setelah hasil pemeriksaan ternyata baik, keluarkan jari tanan pemeriksaan dan tangan penahan mangkok tetap pada posisinya.
• Instruksikan asisten untuk menurunkan tekanan (membuat vakum dalam mangkok) secra bertahap.
• Pompa hingga tekanan skala 10 (silastik) atau -2 (Malmstroom) setelah 2 menit, naikkan hingga skala 60 (silastik) atau -6 (Malmstroom) dan tunggu 2 menit.
Ingat : Jangan gunakan tekanan maksumal pada kepala bayi, lebih dari 8 menit.)
• Sambil menunggu his, jelaskan pada pasien bahwa pada his puncak (fase acme) pasien harus mengedan sekuat dan selama mungkin. Tarik lipat lutut dengan lipat siku agar tekanan abdomen menjadi lebih efektif.
v. Penarikan
• Pada fase acme (puncak) dari his, minta pasien untuk mengedan, secara simultan lakukan penarikan dengan perineum yang baku) dilakukan pada saat kepala mendorng perineum dan tidak masuk kembali.
• Bila belum berhasil pada tarikan pertama, ulangi lagi pada tarikan kedua. Episiotomi pada pasien dengan perineum yang kaku) dilakukan pada saat kepala mendorong perineum dan tidak masuk kembali.
• Bila tarikan ketiga dilakukan dengan benar dan bayi belum lahir, sebaiknya pasien dirujuk (ingat : penatalaksanaan rujukan).
• Apabila pada penarikan ternyata mangkuk terlepas hingga dua kali, kondisi ini juga mengharuskan pasien dirujuk.
• Saat subosiput berada di bawah simfisis, arahkan tarikan ke atas hingga lahirlah berturut-turut dahi, muka dan dagu.
vi. Melahirkan Bayi
• Kepala bayi dipegang biparietal, gerakkan ke bawah untuk melahirkan bahu depan, kemudian gerakkan ke atas untuk melahirkan bahu belakang, kenudian lahirkan seluruh tubuh bayi.
• Bersihkan muka (hidung dan mulut) bayi dengan kain bersih, potong tali pusat dan serahkan bayi pada petugas bagian anak.
G. INKUBATOR BAYI
1. Pengertian
Inkubator Bayi adalah sebuah wadah tertutup yang kehangatan lingkungannya dapat diatur dengan cara memanaskan udara dengan suhu tertentu yang berfungsi untuk menghangatkan bayi. Inkubator Bayi membutuhkan kelembaban yang stabil agar kondisi dalam incubator tetap terjaga sesuai dengan set point. Menurut data statisitik pengukuran dan kalibrasi yang dilakukan oleh BPFK Surabaya th 2006-2007, terjadi kecenderungan masalah pada kelembaban dan Over Heat pada matras. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dirancang sebuah pengendalian temperature dan kelembaban udara pada tabung Inkubator Bayi secara on-off. Dari hasil pengukuran diperoleh tingkat ketelitian pembacaan kelembapan 1.498 %RH dan tingkat ketelitian pembacaan temperatur 1.642 . Dari hasil uji sistem kontrol diperoleh respon kontrol untuk trakcing setpoint pada 60%, 70% dan 75 %.
Inkubator Bayi merupakan salah satu alat medis yang berfungsi untuk menjaga suhu sebuah ruangan supaya suhu tetap konstan /stabil. Pada modifikasi manual-otomatis inkubator bayi , terdapat sebuah boks kontrol yang dibagi menjadi 2 bagian (bagian atas dan bagian bawah). Boks bagian atas digunakan untuk meletakkan sensor , display sensor , kontroler , rangkaian elektronik. Sedangkan pada boks bagian bawah dibagi menjadi 3 ruangan yang dibatasi dengan sekat , yang digunakan untuk meletakkan heater , tempat / wadah air dan kipas. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu (PT100) dan sensor kelembapan , dimana sensor suhu PT100 dan sensor kelembapan diletakkan di dalam boks tidur bayi (di luar boks kontrol). Pada sensor suhu PT100 dan sensor kelembapan terdapat display yang sekaligus sebagai driver sensor yang digunakan untuk mengetahui serta memberikan setting suhu dan kelembapan dalam ruangan boks tidur bayi sesuai yang dikehendaki. Yang menjadi actuator dari alat ini adalah heater dan kipas. Heater berfungsi sebagai pemanas ruangan , sedangkan kipas berfungsi untuk menyalurkan udara panas yang dipancarkan heater menuju ruangan tempat air dan menuju boks tidur bayi melalui selang. Sebagai kontrolernya , digunakan sebuah PIC Microchip 16F877A. Dimana PIC tersebut juga berfungsi untuk menghubungkan boks kontrol dengan komputer (CPU) secara serial
supaya dapat memberikan tampilan serta dapat memberikan setting suhu sesuai dengan yang dikehendaki melalui komputer.
2. Prinsip kerja Inkubator Bayi
Ketika power dinyalakan, actuator akan memiliki 2 kondisi. Aktuator dalam kondisi tidak aktif bila kondisi suhu boks tidur bayi lebih besar dari suhu yang telah disetting. Sebaliknya , aktuator dalam kondisi aktif bila kondisi suhu boks tidur bayi lebih kecil dari suhu yang telah disetting. Sensor selalu aktif karena sensor akan mendeteksi suhu dan kelembapan boks tidur bayi secara terus menerus. Data dari sensor suhu langsung tertampil dalam display pada boks kontrol dan juga tertampil di komputer. Dimana pada sistem ini digunakan kontrol PID yang diatur di dalam TZN4S-14C sehingga setiap perubahan suhu yang terjadi dapat lebih presisi. Sedangkan untuk kelembapannya hanya dapat diatur melalui drivernya saja, dan tidak dapat disetting kelembapan ruangan melalui komputer. Data suhu yang dideteksi oleh PT100 masuk ke dalam TZN4S-14C (driver sekaligus display PT100). Output dari TZN4S-14C akan menjadi inputan sinyal bagi PIC. Pada awalnya data input dari TZN4S-14C diterima oleh PIC melalui port RA0 berupa inputan sinyal analog kemudian diubah menjadi sinyal digital oleh ADC yang langsung tersedia didalam PIC sebelum data tersebut akan dapat ditampilkan melalui komputer. Output dari PIC dikirim menuju komputer secara serial melalui RS-232 yang terhubung dengan port serial komputer. Data yang diterima komputer diubah menjadi sebuah tampilan suhu melalui program Visual Basic. Selain memberikan tampilan / display suhu yang sesuai dengan tampilan pada TZN4S-14C , melalui program Visual Basic kita juga dapat memberikan setting suhu boks bayi melalui komputer.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Suction Pump adalah suatu alat yang yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia. Suction pump adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk menghisap cairan yang tidak berguna atau partikel padat pada tubuh manusia kesebuah wadah pengumpul.
Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung.
Doppler merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan efek yang timbul akibat bergeraknya sumber bunyi atau bergeraknya pendengar.
Ekstraksi vakum merupakam tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi.
Inkubator Bayi adalah sebuah wadah tertutup yang kehangatan lingkungannya dapat diatur dengan cara memanaskan udara dengan suhu tertentu yang berfungsi untuk menghangatkan bayi.
TUGAS : FSISIKA KESEHATAN
NIM : P10.752
AKADEMI KEBIDANAN PELITA IBU KENDARI
KAJIAN TEORI
A. ULTRASONOGRAFI (USG)
1. Definisi USG
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
2. Kegunaan USG
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
Ultrasonografi medis digunakan dalam:
• Kardiologi
• Endokrinologi
• Gastroenterologi
• Ginekologi;
• Obstetrik;
• Ophthalmologi;
• Urologi
• Intravascular ultrasound
• Contrast enhanced ultrasound
Manfaat USG pada obstetric yaitu :
Pada kehamilan trimester 1 :
Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi.
Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya kelainan atau cacat bawaan .
Meyakinkan adanya kehamilan .
Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda, misalnya kehamilan ektopik.
Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil, misalnya IUD.
Menentukan lokasi janin, didalam kandungan atau diluar rahim.
Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin.
Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar.
Pada kehamilan trimester II & III :
Untuk menilai jumlah air ketuban. Yaitu bila pertumbuhan terlalu cepat disebabkan oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan.
Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya perkembangan janin.
Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran prematur. Pertumbuhan janin normal atau tidak.
Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktifitasnya, gerak nafas, banyaknya cairan amnion, dsb.
Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali pusar sebelum persalinan.
3. Sop Ultrasonografi (USG)
1. Persiapan Infeksi
Cuci tangan sebelum dan setelah kontak langsung dengan pasien, setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, dan setelah melepas sarung tangan, telah terbukti dapat mencegah penyebaran infeksi. Risiko penularan dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, sedang, dan ringan.
2. Persiapan alat
• Pesawat USG
• Tranduser
• Printer dan film thermal
• Jelly
• Kertas tissue
• Mesin USG diletakkan disebelah kanan tempat tidur pasien.
3. Persiapan pasien
• Untuk pemeriksaan abdomen atas pasien diharuskan puasa 6-8 jam sebelum pemeriksaan agar saat pemeriksaan organ tidak tertumpuk dengan feces.
• Untuk pemeriksaan abdomen bawah kasus-kasus obgyn pasien diharuskan minum banyak dan menahan kencing agar vesica urinaria penuh dan akan mendesak massa usus keluar dari rongga pelvis dan mengubah kedudukan uterus kedalam posisi aksial sehingga akan mempermudah pemeriksaan organ genitalia interna.
4. Persiapan pemeriksa
Pemeriksa diharapkan memeriksa dengan teliti surat pengajuan pemeriksaan USG, apa indikasinya dan apakah perlu didahulukan karena bersifat darurat gawat, misalnya pasien dengan kecurigaan kehamilan ektopik. Tanyakan apakah ia seorang nyonya atau nona, terutama bila akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal.
Selanjutnya cocokkan identitas pasien, keluhan klinis dan pemeriksaan fisik yang ada kemudian berikan penjelesan dan ajukan persetujuan lisan terhadap tindak medik yang akan dilakukan.
5. Pelaksanaan
• Informed consent
• Cuci tangan dan gunakan hanscoen DTT
• Pesawat USG dinyalakan
• Pasien disuruh berbaring telentang
• Dilakukan pendataan pada pasien pada monitor
• Lepas pakaian pasien.
• Organ yang akan di USG diberi jelly dan sken juga diberi jelly.
• Lakukan tindakan pemeriksaan (melakukan Scanning/pengambilan gambar) dengan cara transduser dipegang oleh tangan yang terdekat dengan tubuh pasien.
• Letakkan transduser pada abdomen untuk menemukan obyek.
• Setelah obyek ditemukan kemudian tekan tombol FREEZE.
• Lakukan pengukuran obyek dengan menekan tombol TRACK BALL/CLIPPER dan beri keterangan label.
• Setelah itu organ abdomen didokumentasikan (dicetak di film polaroid).
• Pemeriksaan selesai, beritahu pasien bahwa tindakan telah selesai.
• Rapikan pasien, bersihkan Probe dan rapikan alat.
• Cuci tangan.
B. SUCTION PUMP
1. Definisi Suction Pump
Suction Pump adalah suatu alat yang yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia. Suction pump adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk menghisap cairan yang tidak berguna atau partikel padat pada tubuh manusia kesebuah wadah pengumpul. Hampir semua ruang operasi pada Rumah Sakit menggunakan Suction Pump, maka alat tersebut harus mempunyai keakuratan yang tinggi. Kenyataan sekarang ini pada saat melakukan operasi bedah, daya hisap Suction Pump ini sering tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, sehingga bisa jadi salah satu penghambat, dalam proses operasi. Oleh karena itu kalibrasi terhadap Suction Pump sangat diperlukan supaya hasil keluaran dari alat tersebut mempunyai keakurasian yang baik. Untuk mengetahui kelayakan Suction Pump, dapat dilakukan dengan menganalisa hasil kalibrasi yang akan mendapat nilai ketidakpastian dan nilai koreks. Dari perhitungan tersebut di dapatkan nilai koreksi -1,8 mmHg sampai dengan 1,2 mmHg. dengan kesalahan relatif 0.0% sampai dengan 4,2% (Kesalahan maksimal yang diijinkan + 10 % sesuai dengan ECRI No. 433-0595) sehingga masih layak digunakan alat tersebur. Dari perhitungan diharapkan rumah sakit menggunakan Suction pump yang mempunyai resolusi alat yang lebih kecil. Agar perhitungan ketidakpastian semakin kecil.
Nama lain dari Suction Pump adalah:
- Vacum regulator
- Suction contrrollers
- Slym zuiger
- Alat hisap
2. Komponen alat
- Motor
- Botol penampung cairan
- Selang
- Suction regulator
- Manometer
- Over Flow Protection / Pelampung (pengaman cairan lebih)
- Foot switch
3. Prinsip Kerja
Motor suction adalah sebuah motor listrik, biasanya hanya bekerja pada satu tegangan, yaitu tegangan 110 V atau 220 V, Rpm 145, 50/60 Hz, maka ketika pemilihan motor dilakukan itu harus sesuai dengan besarnya tegangan yang ada yang didalam rangkaiannya dapat kita temukan sebuah capasitor yang memiliki fungsi sebagai starting capasitor.
Penghisap pada bagian ini ada 2 jenis, yaitu:
1) Jenis Centrifugal Rotary yaitu penghisap terdiri dari: beberapa kipas (pisau) yang berada dalam rumah penghisap dan dihubungkan dengan motor (bagian yang berputar pada elektromotor). Pada rumah penghisap bagiaan luar terdapat dua katup (lubang hisap dan lubang tiup) serta lubang pembuangan oli. Oli merupakan pelumas dan pendingin pafa bagian kipas. Manometer yaitu alar yang digunakan untuk mengetahui samapai seberapa kuat penghisap bekerja. Skala 0-800 mmHg
2) Jenis membran terdiri dari: Stang kedudukan, karet membran kedudukan katup, katup hisap dan katup tekan, tutup/rumah penghisap yang mempunyai katup/lubang hisap dan lubang tekan.
Kekuatan daya hisapnya dikontrol dengan menggunakan regulator, ini biasanya diatur saat ssuction kita pakai untuk kondisi hisapan yang berbedaa-beda, ketika cairan terlalu kental maka regulator kita atur dengan kemampuan hisap yang lebih besar sedang untuk kondisi cairan yang lebih encer maka sebaliknya.
Botol vacum, fungsi dari botol vacum adalah untuk memberikan kevakuman udara pada saat digunakan. Pada alat ada yang dapat berfungsi hanya dengan satu buah botol, tetapi akan lebih baik jika menggunakan dua botol, padaa botol akan dilengkapi dengan tutup botol dan disan terdapat dua lubang. Selain itu asesoris lain yang digunakan adalah suction / slang untuk vacum yang besarnya disesuaikan dengan lubang proft daan panjangnya disesuaaikan antara jarak penghisap daan botol.
Suction pump banyak digunakan pada kegiatan operasi di ruang bedah, yaitu untuk menghisap darah yang keluar dari pasien, sedangkan diruang perawatan untuk menghisap lendir dalam mulut dan tenggorokan.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Tegangan
- Daya hisap maksimum
- Pembacaan meter
- Botol penampung
- Over Flow Protection
- Seal penutup botol
- Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal
C. RONTGEN
1. Sejarah Sinar – X
Wilhelm Conrad Röntgen (27 Maret 1845 – 10 Februari 1923) ialah fisikawan Jerman yang merupakan penerima pertama Penghargaan Nobel dalam Fisika, pada tahun 1901, untuk penemuannya pada sinar-X, yang menandai dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik.
Rontgen belajar di ETH Zurich dan kemudian menjadi guru besar fisika di Universitas Strasbourg (1876-79), Giessen (1879-88), Wurzburg (1888-1900), dan Munich (1900-20). Penelitiannya juga termasuk karya pada elastisitas, gerak pipa rambut pada fluida, panas gas tertentu, konduksi panas pada kristal, penyerapan panas oleh gas, dan piezoelektrisitas.
Pada tahun 1895, saat mengadakan percobaan dengan aliran arus listrik dalam tabung gelas yang dikosongkan sebagian (tabung sinar katode), Rontgen mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa saat sinar katode (elektron) menembus dinding gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi ruangan, menembus bahan kimia, dan menyebabkan fluoresensi. Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan aluminum, di antara bahan lain, transparan pada bentuk baru radiasi ini.
Ia menemukan bahwa itu mempengaruhi plat fotografi, dan, sejak tidak secara nyata menunjukkan beberapa sifat cahaya, seperti refleksi atau refraksi, secara salah ia berpikir bahwa sinar itu tak berhubungan pada cahaya. Dalam pandangan pada sifat tak pasti itu, ia menyebut fenomena radiasi X, walau juga dikenal sebagai radiasi Rontgen. Ia mengambil fotografi sinar-X pertama, dari bagian dalam obyek logam dan tulang tangan istrinya.
2. Definisi Sinar X
Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.
Sinar-X merupakan suatu gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dari suatu tabung rontgen.
3. Kegunaan Sinar-X
Dalam ilmu kedokteran, sinar x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien. Biasanya, masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan ‘’FOTO RONTGEN’’. Selain bermanfaat, sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya, misalnya kanker. Oleh sebab itu para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai ‘’FOTO RONTGEN’’ secara berlebihan.
• Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh bahagian yang lebih tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X digunakan untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang patah dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan.
• Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah ini dikenal sebagai radioterapi.
Dalam bidang perindustrian, sinar-X boleh digunakan untuk :
• Mengesan kecacatan dalam struktur binaan atau bahagian-bahagian dalam mesin dan enjin.
• Menyiasat rekahan dalam paip logam, dinding konkrit dan dandang tekanan tinggi.
• Memeriksa retakan dalam struktur plastik dan getah.
• Sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur dan jarak pemisahan antara atom-atom dalam suatu bahan hablur.
4. Prinsip kerja X-Ray
Kebanyakan diagram tabung sinar-x memperlihatkan sinar-x sebagai bentukan pola segitiga yang teratur seperti yang dihasilkan pada tititk fokus. Hal ini memberikan tujuan yang baik dalam hal penekanan tentang kerja radiasi sinar-x diluar tabung. Tetapi radiasi sebenarnya tidak seperti itu. Sebenarnya, sinar-x itu seperti cahaya tampak yang dalam.
Penyebarannya dari sumber melalui suatu garis lurus yang menyebar ke segala arah kecuali dihentikan oleh bahan penyerap sinar-x. Karena alasan tersebut maka tabung sinar-x ditutup dalam satu rumah tabung logam yang mampu menghentikan sebagian besar radiasi sinar-x, hanya sinar-x yang berguna yang dibiarkan keluar dari tabung melalui sebuah jendela/window. Sinar-x yang berguna tadi disebut sebagai berkas primer. Berkas sinar yang terletak pada tengah garisnya ini disebut central ray.
Diperlukan pembangkitan tegangan yang tinggi di dalam tabung sinar-x agar dapat dihasilkan berkas sinar-x. Rangkaian listriknya dirancang sedemikian rupa sehingga kV-nya dapat diubah dalam rentang yang besar -biasanya 30 kV sampai 100 kV- atau lebih. Bila kV yang lebih rendah digunakan, maka sinar-x memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dan lebih mudah diserap sehingga disebut sebagai soft x-ray. Harus dipahami bahwa berkas sinar-x itu terdiri dari sinar dengan panjang gelombang yang berbeda. Radiasi yang dihasilkan pada rentang kV yang lebih tinggi akan memiliki energi yang lebih besar dan panjang gelombang yang lebih pendek.
5. Penahan Radiasi
Paparan sinar–X sedapat mungkin dibatasi dengan pajanan (exposure) radiasi timbal atau timah hitam, sehingga sinar–X tersebut tidak menyebar kemana-mana. Rancangan penahan radiasi sebaiknya dilakukan dengan cara mengukur langsung sehingga yakin tidak ada laju dosis yang melebihi ambang batas yang telah ditentukan, dan tidak hanya berdasarkan perhitungan saja.
Untuk sumber radiasi sangat tinggi dan pada jarak 1 meter dari sumber tersebut mempunyai laju dosis lebih dari 10 mSv per menit, maka perlu titik pengendalian yang terletak di luar dinding penahan sumber radiasi, sehingga pada titik pengendalian tersebut laju dosisnya tidak melebihi 2 mSv per jam.
6. Rancangan Dinding Ruang Sinar–X.
Tebal dinding beton atau timbal penahan utama (primary barrier) untuk beberapa sumber radiasi. Untuk sinar–X keperluan diagnostik di Rumah Sakit atau PUSKESMAS, memerlukan minimum timbal setebal 2 mm atau dinding beton setebal 15 cm dan untuk sinar–X industri bertegangan 250 kV memerlukan timbal 10 mm atau dinding beton setebal 50 cm. Penahan utama tersebut dirancang untuk laju dosis dengan penahan radiasi berkurang sebesar sepersepuluh dari laju dosis tanpa penahan radiasi atau disebut harga ketebalan sepersepuluh (Tenth Value Thickness, TVT). Dengan demikian, agar laju dosis berkurang seperseratusnya perlu penahan radiasi setebal dua TVT dan agar berkurang seperseribunya diperlukan penahan radiasi tiga TVT dan seterusnya.
Jika arah radiasi sinar-X terbatas hanya pada satu dinding saja, maka dinding tersebut dapat digunakan sebagai dinding penahan radiasi primer (primary shield wall), sedang dinding lainnya dapat lebih tipis dan disebut dinding penahan radiasi sekunder. Dengan penipisan pada dinding penahan radiasi sekunder, maka akan dapat menghemat biaya pembangunan pengungkung ruang sinar–X.
Karena pesawat sinar–X biasanya dioperasikan pada dasar atau diatas tanah, maka perlu mendapat perhatian daerah di atas dan di bawah ruangan sinar-X selain di sekeliling ruang sinar–X tersebut. Daerah-daerah tersebut harus ada tanda-tanda yang dapat dilihat dari ruang kontrol, sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak berada atau melewati daerah-daerah tersebut saat pesawat sinar-X dioperasikan.
Tanda-tanda untuk memberitahukan kepada khalayak di sekitar ruang sinar-X bahwa saat-saat tertentu pesawat tersebut dioperasikan, dapat digunakan dengan tanda cahaya atau tanda yang berbunyi, atau suara pemberitahuan. Khusus untuk pesawat sinar-X tanda-tanda peringatan tersebut harus beroperasi secara otomatis. Selain itu perlu penjelasan tertulis yang berkaitan dengan tanda-tanda peringatan tersebut. Misal sirene yang menyatakan pesawat sinar-X siap untuk dioperasikan, lampu berkedip-kedip berwarna merah yang menyatakan pesawat sinar-X sedang dioperasikan.
D. Elektrocardiografi (ECG)
1. Definisi EKG
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung. Elektrokardiografi merupakan pemantulan aktiifitas listrik dari serat-serat otot jantung secara goresan. Dalam perjalanan abad ini, perekaman EKG sebagai cara pemeriksaan tidak invasif, sudah tidak dapat lagi dihilangkan dari klinik.
2. Kegunaan EKG
Pada umumnya pemeriksaan EKG berguna untuk mengetahui :
• Aritmia.
• Fungsi alat pacu jantung.
• Gangguan konduksi interventrikuler.
• Pembesaran ruangan-ruangan jantung.
• Iskemik miokard.
• Penyakit perikard.
• Gangguan elektrolit.
Fungsi elektrokardiografi adalah untuk mendeteksi pulsa listrik yang dibangkitkan oleh jantung melalui titik-titik tertentu pada permukaan anggota tubuh manusia dengan menghubungkannya melalui electrode.
Elektrokardiografi bekerja berdasarkan adanya pulsa listrik jantung. Alat ini dirancang dengan menggunakan komponen yang sifatnya peka terhadap arus, tegangan maupun frekuensi, maka penempatan alat pada ruangan perlu mendapat perhatian.
3. Prinsip Kerja EKG
Pada dasarnya prinsip kerja alat EKG merupakan suatu penguat (amplifier) yang berfungsi untuk memperkuat potensial listrik jantung dengan satuan mili Volt sehingga dapat tergambar pada monitor atau terekam pada kertas grafik.
Hal-hal yang dapat diketahui dari pemeriksaan EKG adalah :
• Denyut dan irama jantung.
• Posisi jantung di dalam rongga dada.
• Penebalan otot jantung.
• Gangguan aliran darah di dalam jantung.
• Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
4. Sop elektrokardiografi (EKG)
1. Persiapan Alat
• Mesin EKG, yang dilengkapi :
1) kabel untuk sumber listrik
2) kabel untuk bumi (ground)
3) Kabel elektroda ekstremitas dan dada
• Plat elektroda ekstremitas beserta karet pengikat.
• Balon penghisap elektroda dada
• Jelly
• Kertas tissue
• Kapas Alkohol
• Kertas EKG
2. Persiapan Pasien dan Pelaksanaan
• Penjelasan (informed consent).
• Dinding dada harus terbuka dan tidak ada perhiasan logam yang melekat.
• Pasien diminta tenang atau tidak bergerak saat perekaman EKG.
Cara memasang EKG
Pasang semua komponen/kabel-kabel pada mesin EKG.
Nyalakan mesin EKG.
Baringkan pasien dengan tenang di tempat tidur yang luas. Tangan dan kaki tidak saling bersentuhan.
Bersihkan dada, kedua pergelangan kaki dan tangan dengan kapas alcohol (kalau perlu dada dan pergelangan kaki dicukur).
Keempat electrode ektremitas diberi jelly.
Pasang keempat elektrode ektremitas tersebut pada kedua pergelangan tangan dan kaki.
Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi elektrode V1 s/d V6.
• V1 di garis parasternal kanan sejajar dengan ICS 4.
• V2 di garis parasternal kiri sejajar dengan ICS 4.
• V3 di antara V2 dan V4.
• V4 di garis mid klavikula kiri sejajar ICS 5.
• V5 di garis aksila anterior kiri sejajar ICS 5.
• V6 di garis mid aksila kiri sejajar ICS 5, berwarna ungu.
Pasang elektrode dada dengan menekan karet penghisap.
Buat kalibrasi.
Rekam setiap lead 3-4 beat (gelombang), kalau perlu lead II panjang (minimal 6 beat).
Kalau perlu buat kalibrasi setelah selesai perekaman.
Semua electrode dilepas.
Jelly dibersihkan dari tubuh pasien.
Beritahu pasien bahwa perekaman sudah selesai.
Matikan mesin EKG.
Tulis pada hasil perekaman : nama, umur, jenis kelamin, jam, tanggal, bulan dan tahun pembuatan, nama masing-masing lead serta nama orang yang merekam.
Bersihkan dan rapikan alat
Perhatian :
Sebelum bekerja periksa kecepatan mesin 25 mm/detik dan voltase 10 mm. Jika kertas tidak cukup kaliberasi voltase diperkecil menjadi ½ kali atau 5 mm. Jika gambaran EKG kecil, kaliberasi voltase diperbesar menjadi 2 kali atau 20 mm.
Hindari gangguan listrik dan mekanik saat perekaman.
Saat merekam, operator harus menghadap pasien
Lead EKG
Terdapat 2 jenis lead :
1. Lead bipolar : merekam perbedaan potensial dari 2 elektrode.
• Lead I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan tangan kiri (LA) yang mana tangan kanan bermuatan (-) dan tangan kiri bermuatan (+).
• Lead II : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan kaki kiri (LF) yang mana tangan kanan bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+).
• Lead III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki kiri (LF) yang mana tangan kiri bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+).
2. Lead unipolar : merekam beda potensial lebih dari 2 elektode.
Dibagi 2 : lead unipolar ekstremitas dan lead unipolar prekordial
Lead unipolar ekstremitas.
• Lead aVR : merekam beda potensial pada tangan kanan (RA) dengan tangan kiri dan kaki kiri yang mana tangan kanan bermuatan (+).
• Lead aVL : merekam beda potensial pada tangan kiri (LA) dengan tangan kanan dan kaki kiri yang mana tangan kiri bermuatan (+).
• Lead aVF : merekam beda potensial pada kaki kiri (LF) dengan tangan kanan dan tangan kiri yang mana kaki kiri bermuatan (+)
Lead unipolar prekordial : merekam beda potensial lead di dada dengan ketiga lead ekstremitas. Yaitu V1 s/d V6
Kertas EKG
Kertas EKG merupakan kertas grafik yang terdiri dari garis horisontal dan vertikal berbentuk bujur sangkar dengan jarak 1 mm. Garis yang lebih tebal (kotak besar) terdapat pada setiap 5 mm. Garis horizontal menggambarkan waktu (detik) yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,04 detik, 5 mm (1 kotak besar) = 0,20 detik. Garis vertical menggambarkan voltase yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,1 mV.
Kurva EKG
Kurva EKG menggambarkan proses listrik yang terjadi di atrium dan ventrikel. Proses listrik terdiri dari :
• Depolarisasi atrium (tampak dari gelombang P)
• Repolarisasi atrium (tidak tampak di EKG karena bersamaan dengan depolarisasi ventrikel)
• Depolarisasi ventrikel (tampak dari kompleks QRS)
• Repolarisasi ventrikel (tampak dari segmen ST)
Kurva EKG normal terdiri dari gelombang P,Q,R,S dan T kadang-kadang tampak gelombang U.
E. DOPPLER
1. Definisi Doppler
Doppler merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan efek yang timbul akibat bergeraknya sumber bunyi atau bergeraknya pendengar.
2. Efek Doppler
Efek Doppler, dinamakan mengikuti tokoh fisika, Christian Andreas Doppler, adalah perubahan frekuensi atau panjang gelombang dari sebuah sumber gelombang yang diterima oleh pengamat, jika sumber suara/gelombang tersebut bergerak relatif terhadap pengamat/pendengar. Untuk gelombang yang umum dijumpai, seperti gelombang suara yang menjalar dalam medium udara, perhitungan dari perubahan frekuensi ini, memerlukan kecepatan pengamat dan kecepatan sumber relatif terhadap medium di mana gelombang itu disalurkan.
F. EKSTRAKSI VAKUM
1. Pengertian
Ekstraksi vakum merupakam tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Oleh karena itu, kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya, merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama. Tarikan pada kulit kepala bayi, dilakukan dengan membuat cengkraman yang dihasilkan dari aplikasi tekanan negatif (vakum). Mangkuk logam atau silastik akan memegang kulit kepala yang akibat tekanan vakum, menjadi kaput artifisial. Mangkuk dihubungkan dengan tuas penarik (yang dipegang oleh penolong persalinan), melalui seutas rantai. Ada 3 gaya yang bekerja pada prosedur ini, yaitu tekanan interauterin (oleh kontraksi) tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan) dan gaya tarik (ekstraksi vakum).
2. Sop Ekstraksi Vacum
i. Pengkajian Ulang dengan Syarat Khusus.
• Pembukaan lengkap atau hampir lengkap.
• Presentasi kepala.
• Cukup bulan (tidak prematur).
• Tidak ada kesempitan panggul.
• Anak hidup dan tidak gawat janin.
• Penurunan H III/III+ (Puskesmas H IV / dasar panggul).
• Kontraksi baik.
• Ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan
ii. Persiapan Sebelum Tindakan
• Pasien
• Cairan dan slang infus sudah terpasang, Perut bawah dan lipat paha sudah dibersihkan dengan air dan sabun.
• Uji fungsi dan perlengkapan perlatan ekstraksi vakum.
• Siapkan alas bokong, sarung kaki dan penutup perut bawah.
• Medikamentosa
• Oksigen
• Ergometrin
• Prokain 1%
• Larutkan antiseptik (Povidon lodin 10%)
• Oksigen dengan regulator
• Set partus : 1 set
• Vakum ekstraktor : 1 setc. Klem ovum : 2
• Cunam tampon : 1
• Tabung 5 ml dan jarum suntik No. 23 (sekali pakai) : 2
• Spekulum Sim’s atau L dan kateter karet : 2 dan 1
• Penolong (operator dan asisten)
• Baju kamar tindakan, pelapis plastik, masker dan kacamata pelindung : 3 set
• Sarung tangan DTT/steril : 4 pasang
• Alas kaki (sepatu/”boot” karet) : 3 pasang
• Lampu sorot : 1
• Monoaural stetoskop dan stetoskop, tensimeter : 1
iii. Tindakan
3. Instruksikan asisten untuk menyipakan ekstraktor vakum dan pastikan petugas dan persiapan untuk menolong bayi telah tersedia.
4. Lakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan terpenuhinya persyaratan ekstraksi vakum.
5. Bila penurunan kepala di atas H IV (0/5), rujuk ke Rumah Sakit.
6. Masukkan tangan ke dalam wadah yang mengandung larutan klorin 0,5%, bersihkan darah dan cairan tubuh yang melekat pada sarung tangan, lepaskan secara terbalik dan rendam dalam larutan tersebut.
7. Pakai sarung tangan DTT/Steril yang baru.
iv. Pemasangan Mangkok Vakum
• Masukkan mangkok vakum melalui introitus, pasangkan pada kepala bayi (perhatikan agar tepi mangkok tidak terpasang pada bagian yang tidak rata/moulage di daerah ubun-ubun kecil).
• Dengan jari tengah dan telunjuk, tahan mangkok pada posisisnya dan dengan jari tengah dan telunjuk tangan lain, lakukan pemeriksaan di sekeliling tepi mangkok untuk memastikan tidak ada bagian vagina atau porsio yang terjepit di antara mangkok dan kepala.
• Setelah hasil pemeriksaan ternyata baik, keluarkan jari tanan pemeriksaan dan tangan penahan mangkok tetap pada posisinya.
• Instruksikan asisten untuk menurunkan tekanan (membuat vakum dalam mangkok) secra bertahap.
• Pompa hingga tekanan skala 10 (silastik) atau -2 (Malmstroom) setelah 2 menit, naikkan hingga skala 60 (silastik) atau -6 (Malmstroom) dan tunggu 2 menit.
Ingat : Jangan gunakan tekanan maksumal pada kepala bayi, lebih dari 8 menit.)
• Sambil menunggu his, jelaskan pada pasien bahwa pada his puncak (fase acme) pasien harus mengedan sekuat dan selama mungkin. Tarik lipat lutut dengan lipat siku agar tekanan abdomen menjadi lebih efektif.
v. Penarikan
• Pada fase acme (puncak) dari his, minta pasien untuk mengedan, secara simultan lakukan penarikan dengan perineum yang baku) dilakukan pada saat kepala mendorng perineum dan tidak masuk kembali.
• Bila belum berhasil pada tarikan pertama, ulangi lagi pada tarikan kedua. Episiotomi pada pasien dengan perineum yang kaku) dilakukan pada saat kepala mendorong perineum dan tidak masuk kembali.
• Bila tarikan ketiga dilakukan dengan benar dan bayi belum lahir, sebaiknya pasien dirujuk (ingat : penatalaksanaan rujukan).
• Apabila pada penarikan ternyata mangkuk terlepas hingga dua kali, kondisi ini juga mengharuskan pasien dirujuk.
• Saat subosiput berada di bawah simfisis, arahkan tarikan ke atas hingga lahirlah berturut-turut dahi, muka dan dagu.
vi. Melahirkan Bayi
• Kepala bayi dipegang biparietal, gerakkan ke bawah untuk melahirkan bahu depan, kemudian gerakkan ke atas untuk melahirkan bahu belakang, kenudian lahirkan seluruh tubuh bayi.
• Bersihkan muka (hidung dan mulut) bayi dengan kain bersih, potong tali pusat dan serahkan bayi pada petugas bagian anak.
G. INKUBATOR BAYI
1. Pengertian
Inkubator Bayi adalah sebuah wadah tertutup yang kehangatan lingkungannya dapat diatur dengan cara memanaskan udara dengan suhu tertentu yang berfungsi untuk menghangatkan bayi. Inkubator Bayi membutuhkan kelembaban yang stabil agar kondisi dalam incubator tetap terjaga sesuai dengan set point. Menurut data statisitik pengukuran dan kalibrasi yang dilakukan oleh BPFK Surabaya th 2006-2007, terjadi kecenderungan masalah pada kelembaban dan Over Heat pada matras. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dirancang sebuah pengendalian temperature dan kelembaban udara pada tabung Inkubator Bayi secara on-off. Dari hasil pengukuran diperoleh tingkat ketelitian pembacaan kelembapan 1.498 %RH dan tingkat ketelitian pembacaan temperatur 1.642 . Dari hasil uji sistem kontrol diperoleh respon kontrol untuk trakcing setpoint pada 60%, 70% dan 75 %.
Inkubator Bayi merupakan salah satu alat medis yang berfungsi untuk menjaga suhu sebuah ruangan supaya suhu tetap konstan /stabil. Pada modifikasi manual-otomatis inkubator bayi , terdapat sebuah boks kontrol yang dibagi menjadi 2 bagian (bagian atas dan bagian bawah). Boks bagian atas digunakan untuk meletakkan sensor , display sensor , kontroler , rangkaian elektronik. Sedangkan pada boks bagian bawah dibagi menjadi 3 ruangan yang dibatasi dengan sekat , yang digunakan untuk meletakkan heater , tempat / wadah air dan kipas. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu (PT100) dan sensor kelembapan , dimana sensor suhu PT100 dan sensor kelembapan diletakkan di dalam boks tidur bayi (di luar boks kontrol). Pada sensor suhu PT100 dan sensor kelembapan terdapat display yang sekaligus sebagai driver sensor yang digunakan untuk mengetahui serta memberikan setting suhu dan kelembapan dalam ruangan boks tidur bayi sesuai yang dikehendaki. Yang menjadi actuator dari alat ini adalah heater dan kipas. Heater berfungsi sebagai pemanas ruangan , sedangkan kipas berfungsi untuk menyalurkan udara panas yang dipancarkan heater menuju ruangan tempat air dan menuju boks tidur bayi melalui selang. Sebagai kontrolernya , digunakan sebuah PIC Microchip 16F877A. Dimana PIC tersebut juga berfungsi untuk menghubungkan boks kontrol dengan komputer (CPU) secara serial
supaya dapat memberikan tampilan serta dapat memberikan setting suhu sesuai dengan yang dikehendaki melalui komputer.
2. Prinsip kerja Inkubator Bayi
Ketika power dinyalakan, actuator akan memiliki 2 kondisi. Aktuator dalam kondisi tidak aktif bila kondisi suhu boks tidur bayi lebih besar dari suhu yang telah disetting. Sebaliknya , aktuator dalam kondisi aktif bila kondisi suhu boks tidur bayi lebih kecil dari suhu yang telah disetting. Sensor selalu aktif karena sensor akan mendeteksi suhu dan kelembapan boks tidur bayi secara terus menerus. Data dari sensor suhu langsung tertampil dalam display pada boks kontrol dan juga tertampil di komputer. Dimana pada sistem ini digunakan kontrol PID yang diatur di dalam TZN4S-14C sehingga setiap perubahan suhu yang terjadi dapat lebih presisi. Sedangkan untuk kelembapannya hanya dapat diatur melalui drivernya saja, dan tidak dapat disetting kelembapan ruangan melalui komputer. Data suhu yang dideteksi oleh PT100 masuk ke dalam TZN4S-14C (driver sekaligus display PT100). Output dari TZN4S-14C akan menjadi inputan sinyal bagi PIC. Pada awalnya data input dari TZN4S-14C diterima oleh PIC melalui port RA0 berupa inputan sinyal analog kemudian diubah menjadi sinyal digital oleh ADC yang langsung tersedia didalam PIC sebelum data tersebut akan dapat ditampilkan melalui komputer. Output dari PIC dikirim menuju komputer secara serial melalui RS-232 yang terhubung dengan port serial komputer. Data yang diterima komputer diubah menjadi sebuah tampilan suhu melalui program Visual Basic. Selain memberikan tampilan / display suhu yang sesuai dengan tampilan pada TZN4S-14C , melalui program Visual Basic kita juga dapat memberikan setting suhu boks bayi melalui komputer.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Suction Pump adalah suatu alat yang yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia. Suction pump adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk menghisap cairan yang tidak berguna atau partikel padat pada tubuh manusia kesebuah wadah pengumpul.
Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung.
Doppler merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan efek yang timbul akibat bergeraknya sumber bunyi atau bergeraknya pendengar.
Ekstraksi vakum merupakam tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi.
Inkubator Bayi adalah sebuah wadah tertutup yang kehangatan lingkungannya dapat diatur dengan cara memanaskan udara dengan suhu tertentu yang berfungsi untuk menghangatkan bayi.
Langganan:
Postingan (Atom)



